Bogor (Antara Megapolitan) - Stasiun Lapang Agro Kreatif (SLAK) adalah suatu program Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (LPPM- IPB) untuk membangun kemitraaan dan pengoptimalan peran IPB dalam mewujudkan harapan kemandirian dan kedaulatan pangan.

Dengan kegiatan pendampingan fasilitator pertanian, diharapkan dapat mengatasi masalah pertanian yang dialami  masyarakat serta meningkatkan perekonomiannya secara signifikan.

Masalah yang dihadapi masyarakat diantaranya: sistem produksi pertanian, kualitas dan produktivitas pertanian yang secara umum kurang memiliki daya saing, dan masalah teknologi pengolahan hasil pertanian.
 
''Program SLAK tersebut dilaksanakan sejalan dengan salah satu misi IPB, yaitu melakukan layanan masyarakat yang mengedepankan inovasi IPTEKS dan berkarakter kewirausahaan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa dan kelestaraian sumberdaya alam,'' ungkap Kepala LPPM IPB, Dr. Ir. Prastowo.

Pelaksanaan kegiatan SLAK IPB bertujuan mendampingi masyarakat petani dalam suatu kawasan atau sentra produksi pertanian, menuju sistem produksi pertanian yang modern dan optimum melalui penerapan Iptek-IPB untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu untuk menerapkan inovasi dan teknologi tepat guna yang dihasilkan IPB di sentra produksi pertanian sesuai dengan potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang ada.

Program  ini dilakukan di beberapa daerah. Pada tahun 2016 dilaksanakan pada empat daerah yaitu Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Muara Enim, dan Kabupaten Bojonegoro.

Masing-masing daerah didampingi oleh satu fasilitator yang lolos seleksi. Fasilitator ini sebelumnya melalui beberapa tahapan seleksi yaitu seleksi administrasi, wawancara, psikotes, dan orientasi lapang.

Bidang keilmuan yang dibutuhkan sebagai salah satu syarat menjadi fasilitator adalah lulusan sarjana peternakan, kedokteran hewan, agronomi dan hortikultura, serta komunikasi pengembangan masyarakat.

Kegiatan SLAK yang telah dilakukan melibatkan beberapa pihak yaitu pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan swasta, kelompok tani, dan sebagainya.

Adapun program-program yang dilakukan selama kegiatan berupa pelatihan pembuatan produk olahan hortikultura, pendampingan pemasaran produk, pembukuan keuangan, penguatan kelembagaan dan teknologi sekolah peternakan rakyat (SPR),  kontes ternak, safari klinik hewan ternak.

Program SLAK ini akan kembali dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya. Untuk daerah sasaran terlebih dahulu dilakukan penjajagan lokasi SLAK.

Untuk tahun selanjutnya yaitu di Kabupaten Mojokerto dan beberapa daerah di Jawa Timur. Penjajagan dilakukan guna mengetahui potensi yang dimiliki daerah agar diketahui program apa yang sesuai untuk dilaksanakan.  (Kholi/ris).

Pewarta: Humas IPB

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017