Seorang pejabat PBB menyatakan "harapan sirna" setelah serangan udara Israel yang menghantam Khan Younis di Jalur Gaza pada Jumat, menyusul berakhirnya jeda kemanusiaan selama sepekan.

"Sepekan ini menunjukkan kepada kita apa yang dapat terjadi ketika senjata berhenti ditembakkan. Situasi di Khan Younis hari ini adalah pengingat yang mengejutkan ketika senjata kembali diletuskan," kata Martin Griffiths, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, dalam pernyataan.

Dia mengatakan selama jeda kemanusiaan, para sandera dibebaskan dan orang-orang sakit mendapatkan perawatan. Jumlah bantuan yang masuk dan melintasi Gaza juga meningkat selama tujuh hari terakhir.

Baca juga: MER-C laporkan ada 21 tewas di Gaza setelah jeda kemanusiaan berakhir
Baca juga: Pemerintah Gaza sebut militer Israel telah jatuhkan 40.000 ton peledak sejak 7 Oktober

"Hari ini, hanya dalam waktu beberapa jam, banyak orang dilaporkan tewas dan luka-luka. Orang-orang diminta untuk mengungsi, sekali lagi," kata dia.

"Hampir dua bulan perang berkecamuk, anak-anak, wanita dan pria di Gaza berada dalam ketakutan. Tidak ada tempat aman untuk menyelamatkan diri. Mereka hidup di tengah penyakit, kerusakan dan kematian. Ini tidak dapat diterima." lanjut Griffiths.

Dia menekankan kembali perlunya gencatan senjata kemanusiaan dan pembebasan para sandera yang tersisa.

"Kita harus menghentikan perang ini," kata dia.

Baca juga: Warga Palestina yang dibebaskan mengaku menderita selama ditahan oleh Israel

Setelah jeda kemanusiaan berakhir, militer Israel kembali menyerang Jalur Gaza pada Jumat yang menimbulkan ratusan korban warga Palestina.

Sebanyak 109 warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka setelah Israel kembali menyerang beberapa daerah di Jalur Gaza setelah jeda berakhir, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza.

Sumber: Anadolu

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023