Jenewa (Antara/Reuters/Antara Megapolitan) - Presiden China Xi Jinping mengatakan di Jenewa, Rabu, negaranya akan membangun suatu model hubungan baru dengan Amerika Serikat sebagai bagian dari "lingkaran teman" di seluruh dunia yang dibentuknya.

Xi menyampaikan pernyataan itu di Perserikatan Bangsa-bangsa pada akhir keberadaannya di Swiss. Dalam pidatonya, ia menyoroti ketertarikan China dalam memainkan peranan yang kooperatif pada hubungan internasional.

Selama di Swiss, Xi melakukan kunjungan kenegaraan serta menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos.

"Kami selalu menempatkan hak-hak dan kepentingan rakyat di atas segalanya. Dan kami telah bekerja keras untuk membangun serta menjaga hak-hak asasi manusia," tuturnya.

Kelompok-kelompok penyokong HAM serta pemerintah negara-negara Barat telah menuding China melakukan pelanggaran HAM secara luas.

Beijing juga dituduh, oleh negara-negara tetangga yang lebih kecil, sedang memperluas ambisinya di Laut China Selatan. Tuduhan itu ditepis oleh China.

"Negara-negara besar harus memperlakukan negar-negara yang lebih kecil dengan setara dan bukannya bersikap mendominasi,  memaksakan kehendaknya kepada pihak lain.

"Kami akan berupaya membangun model baru dalam hubungan dengan Amerika Serikat, kemitraan strategis menyeluruh dalam koordinasi dengan Rusia, kemitraan untuk perdamaia, pertumbuhan, reformasi dan di antara peradaban yang berbeda," katanya.

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, saat kampanye mengkritik China. Ia menuduh pemerintahan negara tersebut mengeksploitasi AS dalam aspek ekonomi. Trump juga mengundang kekhawatiran karena, setelah terpilih sebagai presiden, ia menerima telepon dari presiden Taiwan, negara yang dianggap Beijing sebagai provinsi miliknya.

Xi menyerukan dunia bersatu dalam menangani perubahan iklim serta upaya memerangi terorisme dan perlucutan senjata nuklir.

"Perjanjian Paris merupakan tonggak sejarah dalam penanganan (perubahan) iklim. Kita harus memastikan bahwa upaya ini tidak keluar dari relnya... China akan terus mengambil langkah-langkah dalam menangani perubahan iklim serta memenuhi kewajiban secara penuh," ujar Xi.

China sendiri sedang menghadapi pencemaran udara parah namun berupaya secara keras untuk membangun sistem energi yang ramah lingkungan.

Penerjemah: T. Mutiasari.

Pewarta:

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017