Bogor (Antara ) - Sebanyak 410 batang pohon dari berbagai jenis terkena dampak pembangunan proyek jalan Tol BORR seksi IIB dari ruas Kedung Badak menuju Yasmin sepanjang kurang lebih 2,54 KM.

"Tanggal 23 Desember 2016 lalu kami sudah melakukan verifikasi dan identifikasi jumlah pohon yang berada di sepanjang Jl Soleh Iskandar, totalnya ada 410 pohon terdiri dari 11 jenis," kata Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar, Hendro Atmojo dalam temu media di Balai Kota, Rabu.

Ia mengatakan, dari 410 pohon tersebut, sebanyak 49 pohon telah ditebang oleh pihaknya sejak akhir Desember 2016 lalu. Sisanya akan dilakukan relokasi atau pemindahan menggunakan teknik boling.

"49 pohon yang sudah ditebang, kami mendahulukan jenis trembesi, kami mendahulukan jenis ini, karena tidak semua jenis pohon bisa direlokasi," katanya.

Dari 11 jenis pohon tersebut, jumlah yang terbanyak, yakni bungur sebanyak 138 batang, bintaro 118 batang, trembesi 96 batang dan tabu 38 batang. Sisanya petai cina delapan batang, beringin empat batang, angsana, mahoni, ketapang, mangga dan lengkung.

Hendro menyatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah untuk pohon yang berada di jalur pembangunan proyek tol BORR seksi IIB, yakni melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman, Kodim 0606/Kota Bogor, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Laboratorium manajemen Landscape IPB.

"Untuk pohon-pohon yang dimungkinkan untuk direlokasi atas petunjuk dari Balitbang Inovasi KLHK dan IPB akan ditanam kembali di lokasi sesuai petunjuk Wali Kota Bogor," katanya.

Sementara itu, untuk pohon yang tidak memungkinkan direlokasi dengan izin dinas terkait, Kodim 0606/Kota Bogor, Balitbang Inovasi KLHK dan IPB, akan diganti lima kali lipat sampai 10 kali lipat dengan jenis yang sama dan tinggi minimal dua meter.

"Untuk lokasi pergantian kami menunggu petunjuk wali kota," katanya.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan PT Marga Sarana Jabar, pihaknya akan membuat lubang biopori sebanyak 2.000 titik di lokasi proyek setelah pembangunan selesai dan lokasi lain yang ditentukan.

"Lubang biopori tersebut sebagai pengganti 500 lubang resapan biopori yang sudah dibuat terdahulu yang kini menjadi lokasi pembangunan proyek tol," katanya.

Setelah proyek selesai akan dibuat taman media di Jl Sholeh Iskandar seperti yang dibuat sebelumnya di seksi IIA. Yang menggandeng IPB serta Balitbang Inovasi KLHK untuk menentukan jenis tanaman yang akan ditanam.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Heri Cahyadi menjelaskan, banyak pesan singkat yang dilayangkan oleh masyarakat kepada DPRD, menyayangkan terjadinya pemangkasan pohon-pohon yang ada di Jl Sholeh Iskandar karena adanya proyek jalan tol.

"Jalan tol BORR diperlukan untuk mengurai kemacetan, tetapi di satu sisi Bogor sedang gencar-gencarnya melakukan penanaman, mengembalikannya sebagai kota yang sejuk dan rindang. Penebangan pohon ini sangat disayangkan," katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Heri, pohon yang sudah ditanam di sepanjang Jl Sholeh Iskandar memiliki nilai sejarah oleh orang-orang tertentu yang mengkampanyekan gerakan menanam. Sehingga jika ditebang begitu saja, nilai sejarah dan pahala yang didapat dari penanam tersebut dianggap hilang dan tidak berarti lagi.

"Pihak yang terlibat penanaman di lokasi tersebut bisa merasakan pohon-pohonnya tumbuh dan memberikan manfaat, sebagai peneduh dan penyejuk. Jika ditebang, maka hilang sudah nilai tersebut," katanya.

Heri mengharapkan, pihak proyek dapat mengganti pohon-pohon yang ditebang dan menanamnya kembali di lokasi yang sudah disetujui. Sehingga nilai sejarah yang dimiliki dapat terawat, dan upaya penghijauan tetap sejalan dengan pembangunan.


Pewarta: Laily Rahmawati

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2017