Seorang buruh tani asal Jepara, Jawa Tengah, bernama Handoko rela mengayuh sepeda kayuh dari kampung halamannya menuju Kabupaten Subang, Jabar, hanya untuk menemui Dedi Mulyadi.

Politisi Partai Gerindra Dedi Mulyadi, di Subang, Kamis, kagum atas semangat silaturahmi yang dimiliki buruh tani asal Jepara itu.

Handoko mengayuh sepeda kayuh dari kampung halamannya di Jepara dan baru tiba pada Rabu, di kediaman Dedi Mulyadi, di Lembur Pakuan, Subang.

Baca juga: Akun Facebook Kang Dedi Mulyadi sedang dalam penguasaan orang lain
Baca juga: Anggota DPR sarankan pemerintah berikan subsidi khusus buruh tani saat kemarau

Dedi kemudian meminta Handoko untuk tinggal sementara di Lembur Pakuan. Bahkan Dedi mengajak pria itu menyaksikan pagelaran Wayang Jawa (Jawa-Sunda) yang merupakan kolaborasi antara wayang kulit dan wayang golek.

Wayang Janda akan digelar pada Jumat (22/9), di Desa Munjul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon dan akan dimeriahkan pula oleh Sule juga Ohang.

Dedi mengapresiasi semangat Handoko yang tak kenal lelah dan bersedia tanpa pamrih membantu panen padi di Lembur Pakuan. "Ada merah putih tersemat di sepedanya. Itulah menjadi semangat beliau ingin silaturahmi dengan sesama anak bangsa. Luar biasa, Pak Handoko," kata Dedi.

Baca juga: Dedi Mulyadi apresiasi minimarket pekerjakan disabilitas di Majalengka

Sementara itu, Handoko rela mengayuh sepeda dari Jepara ke Subang selama sembilan hari, karena sudah lama mengidolakan Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto.

Ia menilai kalau Dedi berbeda tipe nya dengan pemimpin lain, dan bahan warga Jepara yang mengidolakannya. Selain itu, Dedi dan Prabowo juga dianggap sebagai sosok pemersatu bangsa.

Handoko merasa senang diterima hangat oleh Dedi Mulyadi di rumahnya, di Lembur Pakuan, Subang.

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023