Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Prof Nizam menyebut bahwa Indonesia telah menjadi pionir dalam membangun lembaga akreditasi mandiri yang beberapa sudah diakui dunia dan akan dikembangkan di ASEAN.

Profesor Nizam usai menghadiri acara Ambassadors Town Hall Meeting - ASEAN Higher Education Conference (AHEC) di IICC Bogor, Rabu, mengatakan ketimpangan kualitas perguruan tinggi di ASEAN menyetarakan akreditasi yang akan dikerjasamakan oleh Indonesia sebagai pionir dengan negara-negara anggota. 

"ini yang kita dorong, sistem akreditasi ASEAN. Indonesia ini menjadi pionir dalam membangun lembaga akreditasi mandiri. Dan beberapa akreditasi mandiri itu sudah diakui dunia," kata dia. 

Profesor Nizam menerangkan bahwa dari enam lembaga akreditasi mandiri di Indonesia, telah ada yang diakui dunia yakni  Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM PTKes), tepatnya di Asia dan Eropa pada fakultas kesehatan (FK). 

Di Indonesia, kata dia, ada enam lembaga akreditasi mandiri yakni Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAMZ PTKes), Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA), Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA), Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM Infokom) dan Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik). 

Profesor menyampaikan bahwa Kemendikbudristek berharap lembaga-lembaga akreditasi mandiri ini nanti bisa go ASEAN, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga bisa akreditasi di tingkat ASEAN, tentu dengan kerja sama dengan mitra-mitra di sana untuk meningkatkan kualitas secara bersama-sama.

Sementara di dalam negeri, secara nasional Kemendikbud juga mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas sehingga tidak tertinggal dari negara lain. 

"Kemudian juga join degree, join program, double degree ini juga untuk mengakselerasi peningkatan mutu, mengungkit mutu dari yang masih tertinggal naik ke atas. Jadi banyak usaha kita untuk mencapai tersebut," katanya. 


 

Pewarta: Linna Susanti

Editor : Budi Setiawanto


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023