Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 12-19 November 2022 telah berlalu dan agenda serupa baru akan dilangsungkan selang 4 tahun kemudian.

Porprov XV Jawa Barat 2026, yang rencananya akan digelar di Kota Bogor, diprediksi menjadi ajang perebutan medali sejumlah daerah kekuatan inti olahraga provinsi itu mulai dari Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, serta tuan rumah.

Kabupaten Bekasi sebagai juara bertahan ajang olahraga terbesar se-Provinsi Jawa Barat itu, dihadapkan pada tantangan untuk mampu mempertahankan gelar juara umum di jagat Tanah Pasundan.

Sebuah tantangan prestise sekaligus bergengsi bagi daerah peraih gelar juara umum Porprov XIV Jawa Barat itu, terlebih sektor olahraga merupakan salah satu indikator yang menunjukkan kemajuan suatu wilayah.

Lantas sejauh mana persiapan dan upaya yang dilakukan agar capaian prestasi puncak tersebut dapat kembali dipertahankan sekaligus membuktikan wilayah pemilik kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara itu benar-benar layak menyandang predikat juara sejati.

Konsep tradisi juara sebetulnya sudah digaungkan sejak lama di Kabupaten Bekasi hingga puncaknya saat Porprov XII Jawa Barat 2014 daerah itu mampu meraih gelar juara umum kala menjadi tuan rumah, meski harus merelakan gelar pada ajang serupa tahun 2018.

Kegagalan meraih prestasi tertinggi tidak lantas membuat kendur perjuangan segenap praktisi olahraga di daerah itu, namun justru menjadi pelecut semangat agar mampu merebut kembali tradisi juara yang lepas.

Baca juga: Di balik predikat juara olahraga sejati

Terbukti saat pekan olahraga provinsi kembali digelar di wilayah Priangan timur Jawa Barat, Kabupaten Bekasi tampil dominan dan mampu mengoleksi 451 medali dengan rincian 189 emas, 139 perak, dan 123 perunggu.

Prestasi itu jauh mengungguli pesaing terdekat yakni Kabupaten Bogor yang hanya mampu mendulang 139 keping emas, 130 perak, serta 123 perunggu dan harus puas menempati posisi kedua klasemen akhir perolehan medali.

Kini tantangan terbesar ada di pundak pemerintah daerah berikut badan otoritas olahraga setempat yakni Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi yang harus mampu membuktikan mereka layak menyandang gelar juara sejati sebagai sebuah tradisi.

Pemerintah Kabupaten Bekasi telah memasang target mempertahankan predikat juara umum pada Porprov Jawa Barat 2026 kala Penjabat Bupati Bekasi menegaskan jika ingin membuktikan menjadi juara sejati maka tidak ada pilihan lain selain kembali memenangi ajang serupa.

Tak sebatas memasang target, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga telah menyatakan komitmen mendukung prestasi olahraga melalui sejumlah program perangkat daerah yang disinergikan dengan desain besar olahraga daerah.

Program pembibitan atlet pun terus dijalankan guna menjaring bibit-bibit olahragawan potensial yang diyakini bakal mampu membawa nama harum daerah bahkan bangsa dan negara di masa mendatang.

Pekan Olahraga Kabupaten Bekasi 2023 pada semester kedua tahun ini menjadi salah satu agenda besar untuk menjaring bibit atlet potensial selain pemusatan latihan daerah yang juga bermaterikan atlet junior.

Baca juga: Pemkab Bekasi alokasikan anggaran Rp67 miliar bonus atlet peraih medali

Pemerintah daerah setempat pun memastikan selalu mendukung segenap atlet untuk mengikuti berbagai ajang multi-event baik di level daerah maupun internasional guna mendapatkan jam terbang sekaligus mengasah kemampuan.

"Kunci sukses atlet itu banyak ikut pertandingan karena dalam proses itu ada porsi berlatih ekstra dan target khusus. Kami perbanyak agenda jaring bibit sekaligus bukti treatment kita menjaga kemampuan atlet tetap dalam high performance," kata Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan di Cikarang.

Dari segi kesejahteraan, pemerintah daerah terus mengoptimalkan pembiayaan terukur dan berkelanjutan berkaitan kebutuhan atlet berikut cabang olahraga dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah guna menjaga loyalitas di tengah kontra strategi para daerah pesaing.

Intervensi Pemerintah Kabupaten Bekasi terhadap atlet melalui pemenuhan aspek kesejahteraan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga investasi prestasi di sektor olahraga.

Selain itu tidak sedikit pula atlet andalan yang kini telah dipekerjakan sebagai tenaga kontrak maupun tetap baik di lingkup pemerintahan maupun badan usaha yang dimiliki pemerintah daerah setempat.

Pemerintah Kabupaten Bekasi bahkan tengah menyusun liga olahraga pekerja antarperusahaan kawasan industri dengan tujuan menjaring atlet potensial untuk bekerja di sejumlah perusahaan swasta daerah itu.

Gagasan ini dirancang untuk direalisasikan dalam konsep pertandingan berkelanjutan sehingga secara otomatis perusahaan akan membutuhkan olahragawan berprestasi dan di saat itulah para atlet daerah bisa dititipkan ke perusahaan dengan skema kemanfaatan karena bisa membela perusahaan setiap musim pertandingan digelar.

Kemudian dari aspek sarana dan prasarana, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga melakukan intervensi anggaran untuk optimalisasi sarana olahraga di daerah itu agar para atlet merasa puas memiliki sarana olahraga yang sangat representatif.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bekasi Iman Nugraha memastikan sarana dan prasarana olahraga terus diperbanyak serta disempurnakan untuk mendukung prestasi atlet-atlet daerah itu.

Pemerintah daerah terus memaksimalkan alokasi pendanaan untuk sarana dan prasarana olahraga termasuk di tahun anggaran 2023 melalui penambahan serta pemeliharaan venue agar semakin layak.

Sedikitnya Rp40 miliar telah dialokasikan dari APBD Kabupaten Bekasi 2023 untuk membangun sarana dan prasarana baru, termasuk merevitalisasi sejumlah arena olahraga yang sudah ada.

Satu yang paling fenomenal tahun ini adalah pembangunan kompleks sarana olahraga squash berstandar internasional senilai Rp9 miliar dengan desain bangunan vertikal hingga tiga lantai yang berlokasi di area pusat perkantoran Pemkab Bekasi.

Baca juga: Resep semangat dan gotong royong berbuah prestasi olahraga

Pembangunan sarana olahraga ini sekaligus menjadi respon pemerintah daerah atas aspirasi yang disampaikan sejumlah elemen masyarakat demi kemajuan prestasi olahraga ke depan.

Saat ini Kabupaten Bekasi telah memiliki sarana olahraga terpusat di area Stadion Wibawa Mukti Cikarang, mulai dari lapangan sepak bola dan kolam aquatik dilengkapi papan lompat dengan ketinggian variasi serta sarana pendukung lain.

Kompleks stadion itu juga dilengkapi lintasan atletik, arena panjat tebing, arena tinju indoor, lapangan menembak, lintasan sepatu roda, lapangan tenis, bulu tangkis, hingga arena taman seluncur atau skatepark.

Di luar kompleks stadion, pemerintah daerah juga memiliki lapangan sepatu roda bertaraf internasional, serta arena indoor bola voli dan bola basket di GOR Tambun Selatan. Belum lagi sarana-sarana lain yang tersebar di seluruh kecamatan.

Ketua KONI Kabupaten Bekasi Reza Luthfi Hasan mengatakan prestasi juara umum Porprov Jabar 2022 tidak diraih dengan mudah dan mempertahankan capaian tersebut pada tahun 2026 mendatang dipastikan akan lebih sulit namun tidak mustahil untuk mampu diwujudkan.

Saat menjadi juara umum pada 2022, setidaknya diperlukan waktu 4 tahun untuk membangun program pelatihan menuju pelaksanaan. Dengan komitmen terhadap atlet serta pembinaan berkesinambungan, hasil terbaik pun berhasil diraih.

Dukungan segenap penyusun kebijakan, perangkat daerah termasuk seluruh lapisan masyarakat juga sangat dibutuhkan agar target mempertahankan gelar juara umum bisa terealisasi.

Tak kalah penting, strategi sport intelligence yang terukur melalui pemantauan perkembangan atlet serta pemetaan kekuatan setiap cabang olahraga. Komitmen mengikat atlet pun dilakukan sejak lama hingga melahirkan loyalitas dan militansi di arena pertandingan.

Faktor-faktor tersebut diyakini berperan penting mewujudkan target mempertahankan gelar juara umum Porprov Jawa Barat 2026.

Sepanjang segenap pemangku olahraga Kabupaten Bekasi menjalankan seluruh aspek sesuai koridor, maka prestasi juara sejati tinggal menunggu waktu saja.


Editor: Achmad Zaenal M
 

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023