Bekasi (Antara Megapolitan) - Aparat Detasemen 88 Antiteror Mabes Polri menangkap sepasang suami istri yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme di Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu pagi.

"Kejadiannya di Jalan Raya Pedurenan sekitar jam 09.00 WIB tadi. Suami istri itu sedang naik motor, tiba-tiba diberhentikan oleh segerombolan pria berbadan tegap yang mengaku polisi," kata saksi mata Ariesant di Bekasi.

Saksi tersebut melihat langsung kejadian penyergapan itu karena posisi sepeda motornya berada tepat di belakang pasangan tersebut.

"Kejadiannya sangat cepat. Tiba-tiba ada mobil Toyota Kijang Hitam dari arah belakang yang memotong jalur kami dan menghentikan laju sepeda motor pasangan itu," katanya.

Penyergapan tersebut membuat kedua pasangan yang belum diketahui identitasnya itu terkejut dan jatuh dari motornya.

Tidak lama berselang, lima pria yang mengaku sebagai polisi keluar dari dalam mobil dan salah satunya mengacungkan pistol ke udara.

"Pria itu berteriak, kami polisi," katanya.

Warga sekitar yang semua menganggap kejadian itu sebagai upaya perampokan, baru meyakini kelima orang itu adalah polisi setelah membawa kedua suami istri itu masuk ke dalam mobil.

"Tiga di antaranya langsung membawa paksa yang laki-laki ke dalam mobil. Sedangkan satu pria lagi membawa istrinya ikut ke dalam mobil," katanya.

Secara terpisah, Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol Umar Fana mengaku masih menyelidiki terkait dugaan jaringan teroris di wilayahnya.

"Saya sedang meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk penyelidikan lebih lanjut," kata saat dihubungi lewat telepon genggamnya.

Selain melakukan penyergapan di Jalan Pedurenan, polisi juga dikabarkan melakukan penggerebekan sebuah kontrakan di lokasi lainnya yang juga berada di Kelurahan Mustikajaya dengan membawa satu orang pria yang menjadi penghuninya pukul 10.00 WIB.

Namun hingga berita ini dibuat, belum diketahui kaitan dari dua lokasi penangkapan itu dalam kasus dugaan terorisme ini.

Pantauan di lokasi melaporkan, polisi telah memasang garis pengaman di Jalan Raya Pedurenan yang menjadi lokasi penangkapan pertama.

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2016