Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) siap mendorong pendidikan politik di Indonesia, kata Ketua Umum ICMI Arif Satria.

"Langkah-langkah yang dilakukan ICMI adalah mendorong pendidikan politik, sekolah politik dan aktivitas yang berkaitan dengan aksi-aksi di masyarakat," katanya saat berpidato pada acara "Halalbihalal ICMI dan Silaturahmi Tokoh Bangsa" di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan saat ini Indonesia telah memasuki tahun-tahun politik, ketika proses politik yang sifatnya transaksional bermunculan.

Baca juga: Masjid Ukhuwah Islamiyah UI raih Nabawi Award 2023 dari ICMI
Baca juga: ICMI kerja sama dengan IPB kemukakan konsep kampus berkelanjutan

Dia mengatakan ICMI dan semua pihak turut bertanggung jawab ikut membangun sistem politik proses demokrasi yang lebih substansial agar proses kepemimpinan di masa depan tidak hanya berbasis elektoral.

"Saat ini, bicara politik tereduksi hanya bicara survei. Saatnya bicara politik tentang gagasan besar, peradaban besar, bagaimana Indonesia menjadi bangsa besar yang akan menjadi pemimpin dunia," katanya.

Menurut Arif, ICMI mendorong kerangka etik untuk menciptakan proses demokratisasi yang lebih berkualitas, lebih substansial dan bisa mendorong cita-cita bangsa Indonesia untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

Baca juga: ICMI ajak seluruh komponen bangsa jaga kesantunan berpolitik

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Wiranto mengatakan bahwa kunci kemajuan bangsa adalah kecerdasan rakyat Indonesia.

Dengan rakyat yang cerdas, kekhawatiran akan demokrasi konseptual dapat berubah menjadi demokrasi substansial, katanya.

"Saya sangat mendukung berbagai program (ICMI). Akhirnya, keberadaan ICMI dapat membantu mengisi, sebagai inspirator untuk mendukung kecerdasan rakyat Indonesia," kata Wiranto.

Pewarta: Fauzi

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023