Polresta Bogor Kota bersama Pemerintah Kota Bogor mempertimbangkan menghentikan sementara sistem satu arah (SSA) di pusat kota selama revitalisasi Jembatan Otista.

Kasatlantas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria saat dikonfirmasi ANTARA, Sabtu, mengatakan pertimbangan untuk mengevaluasi sistem satu arah (SSA) dengan menghentikan sementara dan kembali memberlakukan dua arah di pusat kota adalah masukan dari masyarakat karena merasa kesulitan akses jalan ke tujuan.

"Nah juga kami menerima masukan dari masyarakat, SSA tidak ada lagi, dijadikan dua arah saja dan sebagainya," katanya.

Kompol Gaih Apria menjelaskan Polresta Bogor Kota melakukan rekayasa lalu lintas dengan masih menerapkan sistem satu arah dari Jalan Ir H Djuanda hingga ke Jalan Sempur karena tidak ada pendukung lampu lalu lintas di beberapa titik.

"Contoh, di Jalan Kapten Muslihat (arah Stasiun Bogor) ke kanan itu tidak ada (lampu lalu lintas). BelokanMal BTM (Jalan Ir H Djuanda) tidak ada jaringan. Nah kemarin kami melakukan evaluasi, nah mudah-mudahan saja, nanti pimpinan kami yang menyampaikan baik dari bapak Kapolresta maupun bapak wali kota," kata Galih.

Galih menyampaikan bahwa jajaran kepolisian bersama Pemerintah Kota Bogor telah melaksanakan rapat evaluasi yang mungkin dalam waktu dekat akan diimplementasikan.

Beberapa kebutuhan dalam menjadikan jalur SSA kembali menjadi dua arah seperti dulu ialah lampu lalu lintas, seperti di antaranya Simpang Denpom III/1 Bogor dari arah Jalan Sudirman menuju Jalan Sempur dan Simpang Jalan Kapten Muslihat arah Stasiun Bogor.

Pihak-pihak terkait, kata Galih telah menyanggupi untuk pengadaan lampu lalu lintas di titik persimpangan tersebut.

"Nanti hari Senin kita akan melakukan evaluasi besar-besaran. Bisa jadi masukan dari masyarakat untuk Harupat menjadi dua arah itu bisa jadi direalisasikan," katanya.

Namun demikian, lanjut Kompol Galih menyatakan dalam beberapa hari penerapan rekayasa lalu lintas pun dirinya memastikan rekayasa arus lalu lintas pasca revitalisasi Jembatan Otista ini sudah cukup berjalan baik.

Ketika kepadatan lalu intas nampak pada aplikasi Bismo dan CCTV counter, Satantas Polresta Bogor segera mengurainya dengan skema pengalihan arus yang dibutuhkan.

Pemerintah Kota Bogor (Pemkot) merevitalisasi Jembatan Otista yang berada di jalur utama pusat kota, sekaligus sebelumnya salah satu akses rombongan VVIP Presiden Jokowi berangkat dan pulang menuju Istana Bogor.

Anggaran revitalisasi mencapai Rp101 miliar dari bantuan Provinsi Jawa Barat. Rp52 miliar untuk pembebasan lahan yang telah dilakukan beberapa tahun lalu dan Rp49 miliar untuk biaya pembangunan ulang.

Sejak lama, Pemkot Bogor bersama Polresta Bogor Kota memberlakukan sistem satu arah (SSA) di sepanjang persimpangan Jalan Pajajaran Tugu Kujang menuju Jalan Otista, Jalan Ir H Djuanda, Jalan Sempur hingga kembali ke Tugu Kujang.

Di sepanjang jalur tersebut terdapat Tugu Kujang sebagai ikon Kota Bogor, Pasar Bogor, Plaza Bogor, Kebun Raya Bogor, pusat kuliner Suryakencana, Mal BTM, Balai Kota Bogor, Dempom, Istana Bogor, Lippo Plaza Keboen Raya, Kampus IPB Baranangsiang dan Mal Botani Square.

Baca juga: Pemkot Bogor sampaikan tahapan pembongkaran Jembatan Otista

Baca juga: Pemkot Bogor evaluasi titik kepadatan rekayasa lalin dampak revitaliasai Otista


 

Pewarta: Linna Susanti

Editor : Budi Setiawanto


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2023