Sepasang suami istri ditemukan tinggal gubuk reyot yang hampir ambruk di wilayah perkotaan Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, dan berjalan selama bertahun-tahun.

Maman, pemilik rumah gubuk di  Purwakarta, Rabu, mengaku sudah melapor ke aparat pemerintah setempat agar membantu pembangunan rumahnya yang berlokasi di Gang Nusa Indah Dalam, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta.

Namun, kata dia, hingga kini belum ada respon dari pemerintah daerah setempat. Sehingga ia dan istrinya tetap tinggal di dalam rumah, meski dalam ambruk.

"Ini (kondisinya gubuk) sudah seminggu mau roboh seperti ini," kata Maman.



Baca juga: Anggota DPR "branding" nasi uduk yang dijual pelajar cantik di Purwakarta

Sementara itu, anggota DPR RI Dedi Mulyadi yang sedang melakukan kegiatan reses langsung turun ke lapangan saat menerima laporan tentang kondisi tempat tinggal pasangan suami isteri, Maman dan Uyun.

Dedi memutuskan untuk membantu Maman, yakni dengan memperbaiki rumahnya.

Sambil menunggu perbaikan rumah, pasangan suami itu untuk sementara tinggal di rumah kontrakan yang disediakan Dedi Mulyadi.

Baca juga: Dedi Mulyadi minta perusahaan proyek KCIC perbaiki rumah rusak akibat pembangunan terowongan

Hal yang memrihatinkan, selain berada di wilayah perkotaan, istri Maman ternyata sudah lama menderita diabetes dan kondisinya cukup mengkhawatirkan.

Salah seorang warga di sekitar Pasar Jumat Purwakarta, Setiawan, menyayangkan masih adanya masyarakat yang tinggal di gubuk sekitar wilayah perkotaan.

Ia justru menyinggung kalau bupati saat ini hanya fokus memperhatikan persoalan urusan rumah tangga yang bersifat pribadi dibanding dengan urusan publik.

"Ya, keliatan dari awal Ibu Bupati malah lebih vokal soal berita cerainya. Hari ini juga dia datang ke pengadilan padahal masih banyak urusan masyarakat yang harus segera dibereskan," kata dia.

Baca juga: Dedi Mulyadi memilih layani dan bahagiakan warga pada sidang perdana perceraiannya

Warga lainnya, Siti Julaeha yang merupakan warga Munjul menyampaikan, dirinya merasa miris dengan kondisi Purwakarta saat ini. Sebab bupatinya lebih fokus pada hal pribadi dibandingkan persoalan publik.

"Seharusnya seperti dulu, setiap ada laporan langsung ditindaklanjuti," katanya.

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022