Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, menangani 73 ribu warganya atau 1,21 persen dari jumlah penduduk yang mengalami kemiskinan ekstrem.

"Saya yakin jika seluruh dinas bersinergi membuat kegiatan kolaborasi untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bogor, pasti bisa," ungkap Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan di Cibinong, Bogor, Selasa.

Menurutnya, Pemkab Bogor bahkan telah menyisihkan dua persen dari Dana Transfer Umum (DTU) untuk menstimulus masyarakat miskin melalui berbagai program yang berkaitan dengan sektor perekonomian.

Iwan menerangkan, dua persen DTU dengan nominal sekitar Rp14 miliar itu terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH).

Baca juga: Warga miskin di Kabupaten Bogor bertambah jadi 7,99 persen
Baca juga: Warga Sempur Kota Bogor dapat bantuan bedah rumah

Beberapa strategi yang disiapkan yaitu menyalurkan bantuan sosial kepada 1.000 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kemudian, menggelar operasi pasar di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

"Selanjutnya, optimalisasi satgas pangan, percepatan realisasi APBD untuk Samisade, penyaluran bantuan dan insentif untuk RT, RW, guru madrasah, guru ngaji, guru diniyah, penyuluh agama, dan upaya lainnya," paparnya.

Meski begitu, ia juga sedang memeriksa silang terhadap data kemiskinan ekstrem yang dirilis oleh pemerintah pusat itu, sehingga penanganan yang dilakukan oleh Pemkab Bogor bisa tepat sasaran.

Baca juga: Warga miskin di Bogor bertambah jadi 9,26 persen karena efek pandemi COVID-19

"Kami minta waktu dua pekan dari sekarang, minta data warga miskin ekstrem sesuai nama dan alamat (by name by addres) dan kita mengeroyok yang miskin ekstrem itu supaya bisa keluar, dari semua sektor," papar Iwan.

Ia mengatakan siap berkoordinasi dengan kementerian secara intens untuk menuntaskan penanganan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.

"Data dari sana ada 73 ribu penduduk miskin ekstrem, miskin benar-benar pendapatannya hanya Rp29 ribu sehari. Yang bicara itu kementerian, kami siap untuk menindaklanjuti  di dinas," ujarnya.

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022