Bogor (Antara Megapolitan) - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Muhammad Syakir terpilih menjadi Ketua Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) yang baru.

Muhammad Syakir terpilih dalam Kongres Peragi 2016 yang dilaksanakan di IPB Internastional Convention Center, Kota Bogor, Jawa Barat, bersamaan dengan Seminar Nasional "Kemandirian Benih untuk Membangun Kedaulatan Pangan dan Industri", Rabu.

"Peragi memiliki potensi besar membangun pertanian Indonesia menjadi agronom moderen, meningkatkan produktivitas dan berdaya saing," kata Syakir.

Menurut Syakir, langkah awal yang akan dilakukan sebagai Ketua Peragi, yakni melakukan konsolidasi, menginventarisasi komda yang belum efektif merangkul semua pemikiran dan menjalin kerja sama dengan lembaga riset lainnya termasuk balitbang.

Sebagai Kepala Badan Litbang dan juga Ketua Peragi, lanjut Syakir, menjadi modal besar untuk mengembangkan sektor pertanian dengan mendorong hilirisasi inovasi yang dihasilkan baik oleh perguruan tinggi maupun Badan Litbang Pertanian.

"Balitbang basisnya inovasi penelitian dan Peragi basisnya mendorong peneliti dan Iptek, menjadi kekuatan kembar bermuara pada inovasi, membumikan inovasi dan Iptek supaya terealisasi ke masyarakat dan memberikan manfaat," katanya.

Tercatat ada sekitar 5.000 anggota Peragi di seluruh Indonesia. Kebanyakan anggotanya berasal dari perguruan tinggi. Hal tersebut sebagai modal utama untuk mendorong pembangunan pertanian Indonesia.

"Agronom sangat penting, Peragi sebagai salah satu organisasi keprofesian di lingkup pertanian tersebar di Indonesia, jika didorong akan memberikan andil bagi pembangunan pertanian di tanah air," katanya.

Target Peragi adalah berperan aktif dalam mendorong terwujudnya swasembada pangan dan pertanian yang berdaulat melalui inovasi berbasis riset dan teknologi yang dikembangkan oleh para anggotanya. Sejalan dengan program pemerintah mendorong pertanian moderen berbasis teknologi.

"Pertanian sekarang sudah modern, di era modernisasi saat ini peran agronomi sangat penting untuk meningkatkan efisiensi serhingga bermuara pada peningkatkan produktivitas. Tidak ada lompatan di dunia pertanian tanpa agronom, untuk mendorong genetik, modifikasi biotik dan abiotik. Peran PERAGI penting wujudkan pertanian modern," katanya.

Syakir terpilih sebagai Ketua Peragi untuk masa jabatan empat tahun kedepan. Ia menggantikan Achmad Mangga Barani yang telah berakhir masa jabatanya terhitung 2016 ini.

Achmad Mangga Barani mengatakan, persoanal benih nasional menjadi salah satu tantangan di sektor pertanian yang perlu segera dicarikan solusi bersama agar program swasembada pangan dapat terwujud.

"Melalui benih kita bisa meningkatkan produksi, mutu dan standar kualitas produk pertanian," katanya.

Ia mengatakan, ada tiga komponen utama yang diperlukan dalam upaya membangun kemandirian perbenihan di Indonesia, yakni pertama pengembangan varietas unggul baru, pengembangan kualitas benih dan aspek penggunaannya, baik dari segi penyebaran maupun pengawasan dan pengendaliannya.

Kedua, peran peneliti dalam pengembangan varietas dan kualitas benih sangat penting yakni melalui inovasi terknologi akan terwujud pengembangan varietas unggul baru dan perbaikan kualitas benih.

"Kemandirian benih hanya akan terwujud jika pemerintah mampu melindungi dan menciptakan iklim yang kondusif bagi industri perbenihan," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah harus bisa memberikan kepastian hukum dan kebijakan yang berpihak pada perkembangan industri benih nasional.

Pewarta: Laily Rahmawati

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2016