Bekasi (Antara Megapolitan) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyosialisasikan produk vaksinasi meningitis terbaru bernama meningokokus (ACYW-135) yang diklaim halal bagi para calon jemaah haji dan umrah.

"Ini vaksin keluaran terbaru yang diproduksi Bio Farma dan baru akan diaplikasikan pada pemberangkatan haji Mei 2016 mendatang," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo di Bekasi, Kamis.

Menurut dia, jenis vaksin terbaru itu tidak memiliki perbedaan yang signifikan dari vaksin sebelumnya, namun harganya relatif lebih murah.

Vaksin meningitis meningokokus yang merupakan vaksin kuadrivalen (ACYW ) dengan sediaan polisakarida telah memenuhi persyaratan teknis dan persyaratan halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Indonesia memang bukan daerah endemik, tetapi bagi setiap jamaah haji yang ingin melakukan ibadah haji atau umrah, wajib melakukan suntikan meningitis. Ini sangat diwajibkan," katanya.

Biaya vaksin tersebut sepenuhnya telah dibiayai oleh negara sehingga akan diberikan secara gratis kepada seluruh calon jemaah haji dan umrah.

"Idealnya, vaksin itu disuntikkan dua minggu sebelum berangkat secara gratis," katanya.

Vaksin itu penting mengingat situasi cuaca panas pada bulan September di Arab Saudi yang mencapai 50 derajat Celcius merupakan ancaman kesehatan bagi para calon jemaah haji Indonesia.

Menurut Untung, selain predikat Arab Saudi sebagai negara epidemis penyakit meningokokus, juga untuk melindungi para jemaah haji dan umrah dari penularan infeksi meningitis yang sangat berisiko.

"Apalagi, ketika dalam kondisi penuh sesak pada puncak ibadah haji, pengurusan akomodasi, dan saat berada dalam transportasi umum, virus berbahaya itu dapat dengan mudah menyebar dari satu jemaah haji ke jemaah lainnya," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2016