Bekasi (Antara Megapolitan) - Kepala Dinas Pertamanan, Pemakaman dan Penerangan Jalan Umum Kota Bekasi, Karto, mengatakan keuangan pemerintah setempat saat ini belum sanggup mengasuransikan pohon di pinggiran jalan umum.

"Saat ini belum ada pohon milik Pemkot Bekasi yang diasuransikan, kecuali kami kerja samakan dengan swasta untuk penyedia asuransinya," katanya di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu.

Menurut dia, asuransi tersebut diakuinya sangat berguna untuk menjamin ganti rugi bagi masyarakat yang tertimpa pohon tumbang, maupun penggantian pohon akibat kerusakan.

"Semisal ada pengendara sepeda motor tertimpa pohon, nanti korban bisa mencairkan uang ganti rugi ke penyedia asuransi. Itu istilahnya asuransi pohon," katanya.

Namun demikian, pihaknya mengaku sampai saat ini belum mengajukan kebutuhan anggaran untuk asuransi pohon akibat keterbatasan biaya.

"Kalau dikalkulasi, pohon milik Pemkot Bekasi di jalan protokol saat inji jumlahnya mencapai 600 pohon, belum di jalan lainnya," katanya.

Karto mengaku harus mengintensifkan upaya antisipasi pohon tumbang di wilayahnya dengan cara pemangkasan saat musim hujan berlangsung.

"Desember ini semua pohon yang tumbuh di jalan protokol akan kami pangkas," katanya.

Menurutnya, biaya pemangkasan pohon yang dialokasikan pihaknya saat ini mencapai Rp250 ribu per pohon.

Meskipun anggaran pemangkasan pohon tersedia, kata dia, para petugas di lapangan masih menemui sejumlah kendala kegiatan.

"Biasanya kami tunggu situasi aman dulu, jangan sampai menghambat lalu lintas, makanya wajar kalau prosesnya agak lambat," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2015