Bupati Bogor Ade Yasin mengakui penularan COVID-19 varian Omicron lebih masif di wilayah itu dibandingkan dengan saat penularan Delta pada tahun lalu.

"Memang dalam gelombang ketiga ini, penularannya cepat tapi tidak seganas varian Delta tahun lalu," ungkapnya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.

Saat ini, penambahan kasus positif COVID-19 di daerah tersebut selalu di atas angka 1.000 orang setiap hari, sejak akhir Januari 2022. Catatan terakhir, pada Sabtu (19/2) terdapat 1.314 kasus baru di daerah tersebut.

Meski begitu, Ade Yasin yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu, menilai selama gelombang ketiga penularan COVID-19 minim angka kematian dibandingkan dengan penularan gelombang kedua.

"Memang tinggi (angka penularan Omicron, red.), tapi dominan cukup hanya melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing," kata dia.

Ia menyebutkan kebanyakan mereka yang positif belum mengikuti vaksinasi secara lengkap.

Pasalnya, katanya, meski seseorang sudah divaksin tidak menjamin tidak akan terpapar virus, namun mampu mengurangi tingkat fatalitas jika terpapar.

"Makanya kita dorong terus vaksinasi. Terutama 'booster' (penguat) ya. Karena banyak yang sudah lewat enam bulan setelah vaksin dosis dua tapi belum di-'booster'," tuturnya.

Sejauh ini realisasi vaksinasi di Kabupaten Bogor telah mencakup 6.076.045 orang, terdiri atas dosis pertama 3.613.946 orang dan dosis kedua 2.378.582 orang.

"Itu untuk semua jenjang usia ya. Realisasinya sudah di atas 70 persen. Kalau 'booster' memang masih minim. Karena baru mulai kan awal-awal Februari," kata dia.

Pewarta: M Fikri Setiawan

Editor : Budi Setiawanto


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022