Satu lagi keturunan almarhumah Hj. Mak Erot yang meneruskan pengobatan tradisional aternatif pijat alat vital pria dan wanita yakni A. Bibin Mustofa yang berada di Kampung Cigadog, RT 06/07, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Bibin Mustofa keturunan H. Abad yang merupakan anak ke tiga dari Hj. Mak Erot, mulai belajar pengobatan alat vital sejak tahun 2000 hingga akhirnya membuka praktik pengobatan alternatif alat vital ini sekitar tahun 2005, yang langsung diwarisi dari ayahnya yakni H. Abad.

Bahkan pasiennya, tidak hanya dari dalam negeri, tetapi hingga mancanegara, seperti dari Malaysia dan Singapura. Kemampuan pengobatan alternatif sudah tidak perlu lagi dipertanyakan bahkan Bibin pun memastikan pengobatannya itu aman dan tidak ada efek samping, bahkan ia pun memberikan garansi penuh jika tidak ada perubahan.

"Insya Allah siap melayani berbagai macam keluhan pria terutama soal vitalitasnya. Selain keluhan pria, juga melayani pengobatan berbagai macam penyakit dan lainnya," ujarnya.

Baca juga: Doktor pertama Ilmu Farmasi UP kembangkan alternatif pengobatan Diabetes di tengah Pandemi COVID-19

 Bibin Mustofa mengatakan semenjak membuka pusat pengobatan pria dan wanita banyak pasien yang sudah merasakan keampuhannya.
 
Adapun proses pengobatan, lanjut Bibin Mustofa, cukup cepat yakini hanya butuh waktu sekitar 30 menit dan metode yang dilaksanakan sejauh ini aman karena semua bahan yang digunakan herbal sesuai arahan dari ayahnya yang didapat dari almarhumah Hj. Mak Erot.

"Untuk konsultasi dapat dilakukan 24 jam lewat telpon/WA 0813 8013 6771, 0812 1049 2990 tanpa dipungut biaya alias gratis," bebernya.

Masih kata A. Bibin Mustofa, tidak hanya menangani penyakit dan keluhan pria, namun ia juga membuka pengobatan untuk keluhan wanita, seperti melayani keluhan mandul, sulit mendapat keturunan,  telat datang bulan,  meningkatkan keharmonisan rumah tangga, buka aura, dan lainnya.

"Kalau perempuan ada lagi yang mengobati yaitu ibu di rumah karena kan kalau saya bukan muhrim. Bisa telepon, bisa langsung datang ke Kampung Cigadog, selain mengobati itu saya juga pengasihan juga, dagang penglaris, jodoh juga," katanya.

Baca juga: Peneliti FTUI kembangkan propolis asli Indonesia alternatif pengobatan COVID-19

A. Bibin Mustofa menegaskan pasien dengan keluhan yang datang untuk pengobatan paling banyak yakni diabetes, kencing manis, dan soal vitalitas.

"Yang gagal belum ada, kalau yang komplain kurang maksimal ada, tetapi bisa datang lagi, garansinya seperti itu datang lagi tanpa biaya," ucapnya.

"Untuk ramuan alami atau herbal, air dari alam untuk diminum, lemeng untuk dimakan, terong pancasona, minyak untuk mengurut, ramuan semua jenis herbal, mengikuti arahan dari bapak yang diturunkan secara turun temurun ke anak anaknya kemudian cucunya keturunan Mak Erot," sambungnya.

A. Bibin menjelaskan banyak oknum yang mengatasanamakan pengobatan alternatif Hj. Mak erot, namun menurutnya pasien tidak perlu khawatir karena ada yang membedakan dari pengobatan alternatif tersebut seperti ciri khas utamnya praktiknya tidak memakai alat alat bantu seperti silicon dan suntik.

"Pengobatan disini syariat yang di pakai, doa dan herbal, tidak ada efek samping seumur hidup. Biaya pengobatan ini relatif, sesuai keluhan pasien," katanya.

Pewarta: Aditia Aulia Rohman

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2021