Karawang, (Antara Megapolitan) - Konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, perlu ditingkatkan lagi karena masyarakat belum terlalu gemar makan ikan, kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, Sari Nurmiasih.

"Sekarang ini masyarakat belum sadar betul tentang pentingnya makan ikan," katanya di Karawang, Selasa.

Ia menjelaskan, masih rendahnya konsumsi makan ikan masyarakat Karawang akan menjadi "Pekerjaan Rumah" Dinas Kelautan dan Perikanan, di antaranya menggencarkan kampanye makan ikan di kalangan masyarakat.

Menurut dia, tingkat konsumsi makan ikan masyarakat Karawang rata-rata belum mencapai standar 26.94 kilogram per kapita, sehingga perlu ditingkatkan lagi.

"Kita lihat saja Jepang, tingkat makan ikan di negara itu sudah mencapai 80 kilogram per kapita," kata Sari.

Guna mengampanyekan gemar makan ikan itu, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Karawang juga memaksimalkan produk olahan ikan, khususnya jenis ikan bandeng.

Di antaranya di sekitar Kecamatan Tirtajaya, sudah memroduksi bandeng presto, bandeng abon, bandeng isi, dan lain-lain. Hal itu itu dilakukan untuk memicu kegemaran masyarakat mengonsumsi ikan.

Sementara itu, kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Karawang mencapai sekitar 59.000 ton per hari. Tetapi kebutuhan konsumsi ikan itu belum sebanding dengan produksi ikan di Karawang, baik itu produksi ikan tangkap maupun budi daya.

"Sekarang ini, konsumsi makan ikan di kalangan masyarakat Karawang masih mencapai 49.923 ton per tahun. Jadi masih kurang dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi ikan," kata dia.

Pewarta: M Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2015