Bogor, (Antara Megapolitan) - Kota Bogor sejak Minggu (25/10) dilanda polusi "haze" atau cuaca kabur yang merupakan dampak polusi kendaraan bermotor, aktivitas industri dan rumah tangga, kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Dedi Sucahyono, Senin.

"Yang jelas bukan asap kebakaran dari Sumatera maupun Kalimantan. `Haze` ini berasal dari partikel debu kotoran polusi kendaraan bermotor, aktivitas industri dan rumah tangga," kata Dedi kepada Antara di Bogor, Senin.

Dedi menjelaskan, "haze" merupakan partikel-partikel kering yang sangat halus dan mengambang bersama udara. Fenomena ini biasanya disebabkan sisa polusi kendaraan yang pada akhirnya turun kembali ke permukaan bumi.

"Haze" tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, namun jika dalam jumlah besar, partikel "haze" bisa menjadi polusi yang mengaburkan jarak pandang seperti kabut asap. Tetapi untungnya di wilayah Bogor jarak pandang masih normal.

"`Haze` dalam jumlah besar menyebabkan udara menjadi buram," kata dia.

Dedi mengatakan, karena pengaruh kemarau ditambah suhu udara permukaan dingin menyebabkan partikel dari polusi kendaraan, industri dan rumah tangga tidak terangkat ke atas. Karena itu cahaya matahari menjadi tidak terang.

"Kondisi ini umum terjadi, apalagi saat ini di atas Bogor ada awan menengah yang menghalangi sehingga sinar matahari jadi tertutup," ujarnya.

Kondisi demikian juga terjadi di wilayah Jakarta. Tingginya jumlah aktivitas kendaraan, kemacetan, aktivitas pabrik dan rumah tangga menyebabkan udara di wilayah ibu kota tertutup partikel "haze".

Dedi kembali menegaskan, kabut yang menyelimuti wilayah Bogor bukan berasal dari asap kebakaran hutan baik di wilayah Jawa Barat maupun Sumatera dan Kalimantan. Begitu pula dengan kebakaran yang terjadi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) juga tidak mempengaruhi kualitas udara di wilayah Bogor.

Sejak Minggu kemarin, kabut menyelimuti langit di Kota Bogor. Beberapa warga menduga kabut asap juga telah sampai di wilayah tersebut.

"Sejak kemarin langit tertutup kabut, langitnya buram tidak hujan, tapi panas," kata Wati, warga Jalan Menteng, Kota Bogor.

Pewarta: Laily Rahmawati

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2015