Sebanyak 3.521 lingkungan rukun tetangga (RT) atau 66,55 persen dari total 5.291 lingkungan RT yang ada di Kota Depok, Jawa Barat, tergolong berada di zona hijau atau zona tanpa kasus COVID-19 menurut peta zonasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada 15 Agustus 2021.

"Terjadi kenaikan jumlah RT di zona hijau, sementara RT dengan zona merah, oranye, dan kuning mengalami penurunan," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana di Depok, Jumat.

Baca juga: Kota Depok sudah masuk zona oranye penularan COVID-19
Baca juga: Depok tutup pusat perbelanjaan saat penerapan PPKM Darurat

Ia mengatakan bahwa lingkungan RT yang berada di zona kuning tercatat sebanyak 1.508 (28,50 persen), lingkungan RT yang berada di zona oranye sebanyak 244 (4,61 persen), dan lingkungan RT yang masih berada di zona merah sebanyak 18 (0,34 persen).

Menurut Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro di tingkat desa dan kelurahan, lingkungan RT dikategorikan berada di zona hijau jika tanpa kasus COVID-19 serta digolongkan berada di zona kuning kalau ada satu sampai dua rumah dengan kasus COVID-19.

Lingkungan RT dengan kasus COVID-19 pada tiga sampai lima rumah masuk kategori zona oranye dan RT dengan kasus COVID-19 pada lima rumah atau lebih masuk zona merah.

Baca juga: Kota Depok selama 13 minggu masuk zona oranye COVID-19

Dadang mengatakan bahwa angka kasus penularan virus corona di Kota Depok terus menurun dan secara keseluruhan wilayah Kota Depok berada di zona oranye atau zona dengan risiko penularan COVID-19 sedang.

Sebelumnya, Kota Depok selama enam pekan berada di zona merah atau zona dengan risiko tinggi penularan COVID-19.
 

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2021