Bekasi, (Antara Megapolitan) - Badan Narkotika Nasional mengimbau masyarakat mewaspadai adanya modus peredaran narkoba baru yang dicampur dalam adonan kue dan dipasarkan secara online kepada penggunanya.

"Narkoba tersebut berjenis brownies, coockies, dan coklat agar mengelabui pengawasan aparat penegak hukum," kata Tim Sosialisasi Bahaya Narkoba BNN Sukirman di Bekasi, Selasa.

Menurut dia, pengungkapan kasus itu bermula saat pihaknya melakukan penelusuran informasi dari seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang membeli kue sejenis brownies, coockies, dan coklat secara online.

"Lokasi temuan ini di Blok M, Jakarta. Jadi, orang tuanya melapor ke BNN," katanya.

Dari hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan tersebut, kata dia, ternyata di dalamnya tercampur zat THC yang merupakan senyawa kimia yang juga terdapat dalam ganja.

"Brownies yang mengandung narkotika, psikotropika dan bahan lainya biasanya harganya lebih mahal, sepotong bisa Rp300 ribu," katanya.

Dikatakan Sukirman pula, narkoba tersebut dipasarkan kepada kalangan pelajar melalui jejaring sosial serta layanan online.

"Situasi ini tidak bisa dibiarkan, karena bisa merusak masa depan bangsa," katanya.

Dalam kunjungannya ke Bekasi itu, Sukirman juga menyampaikan data jumlah pengguna narkoba di Indonesia yang saat ini mencapai 4,2 juta pengguna.

"Diprediksi jumlah itu akan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2015