Tahun kedua masyarakat Indonesia khususnya umat Muslim kembali menjalani puasa Ramadhan dalam suasana pandemi COVID-19. Acara berkumpul untuk bersilaturahmi dengan berbuka puasa atau sahur bersama harus dibatasi sebagai bentuk kepatuhan terhadap protokol 5M (mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas).

Di balik itu semua terselip kisah kisah inspiratif relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI Desa Cisarua, Kabupaten Sukabumi, Jabar untuk memastikan mengikuti protokol kesehatan melalui edukasi demi memutus rantai penyebaran virus COVID-19 khususnya di Ramadan menjadi sangat penting.
 
“Kegiatan promosi kesehatan yang kamu lakukan ialah memastikan teman-teman yang beribadah atau melakukan kegiatan keagamaan lainnya tetap bisa mematuhi protokol kesehatan,” kata Koordinator Relawan SIBAT Yusmeli.   

Baca juga: Berpacu hentikan penyebaran COVID-19 pascabanjir di Indonesia dan Timor Leste

Hal ini tentunya tidak mudah untuk dilakukan karena kesadaran masyarakat perlu ditumbuhkan secara perlahan. karena adanya laporan kenaikan angka kasus walau tidak signifikan menjadi sebuah motivasi yang mendorong tim relawan SIBAT untuk tanggap dalam melakukan edukasi promosi kesehatan di desa.  

“Pengontrolan beserta imbauan langsung dari Satgas COVID-19 kelurahan/desa langsung ditindaklanjuti ke masing-masing rukun warga (RW). Kami turun langsung untuk mengingatkan kembali agar selalu menerapkan protokol kesehatan, meskipun angka terpapar rendah tapi kita tetap aktif memantau pergerakan keluar masuk warganya,” tambanya.

Pendekatan yang dilakukan tidak boleh invasif agar mereka tidak merasa digurui oleh para relawan SIBAT. Selain itu, tokoh masyarakat juga memiliki peran penting untuk mendukung kegiatan aktivitas respons COVID-19 di wilayah tersebut untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan optimal.

Baca juga: Langkah baru palang dan bulan sabit merah atasi ketidakadilan di masa pandemi

“Sarana yang diperlukan untuk mengedukasi dan memberikan stimulan harus terus diberikan, seperti sarana alat penyemprotan dan cairan disinfektan, spanduk, tempat cuci tangan di setiap fasilitas umum, masker, serta materi komuniksi lainnya. Semua ini digunakan untuk mendukung kegiatan yang mencakup 19 RW dan 76 RT yang wilayahnya padat penduduk,” kata Yusmeli.

Para Relawan SIBAT sadar bahwa pandemi tidak menghentikan datangnya bencana.

Maka dari itu pihaknya juga memberikan nomor kontak sewaktu-waktu ada kondisi darurat seperti kebencanaan terjadi di wilayah mengingat akhir-akhir ini curah hujan tinggi dan angin kencang yang sempat merobohkan bangunan warga.

Baca juga: PMI Lembata distribusikan bantuan logistik ke Lokasi bencana banjir

Respon cepat juga siap diberikan kepada warga bila ada yang membutuhkan seperti mobil ambulan PMI.
PMI didukung oleh Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan IFRC selalu berupaya untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat melalui upaya edukasi dan advokasi terkait COVID-19.

Pewarta: PMI/Aditia Aulia Rohman

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2021