Lima warga Kabupaten Karawang, Jabar, yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 terpaksa menjalani isolasi mandiri di rumahnya, karena semua ranjang (bed) di rumah sakit dan ruang rawat isolasi yang disediakan di hotel sudah penuh.

"Sebenarnya kita tidak pernah menerapkan kebijakan untuk isolasi mandiri di rumah bagi pasien COVID-19," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat Fitra Hergyana, di Karawang, Rabu.

Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 Karawang waspadai penyebaran virus corona pada libur akhir tahun

Tetapi karena ranjang di rumah sakit dan ruangan isolasi mandiri di tiga hotel yang disediakan penuh, lima orang yang terpapar COVID-19 hanya menjalani isolasi mandiri di rumahnya dengan dipantau ketat tim medis Puskesmas setempat.

"Jadi lima orang itu masih menunggu ranjang kosong di rumah sakit atau di ruangan hotel yang menjadi tempat isolasi warga yang terinfeksi. Kalau sudah ada yang kosong, mereka dibawa ke rumah sakit atau hotel tempat isolasi," katanya.

Menurut dia, sejak awal Pemerintah Kabupaten Karawang telah berkomitmen jika ada warganya terkonfirmasi virus corona wajib diisolasi di rumah sakit.

Baca juga: Klaster perusahaan masih dominasi kasus positif COVID-19 di Karawang

Namun, karena sekarang ini tempat dan kapasitas terbatas, untuk sementara waktu mereka melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

"Tapi kalau ada tempat yang kosong, mereka akan dibawa ke rumah sakit atau hotel tempat isolasi," kata dia.

Sesuai dengan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Karawang, pada Rabu ini terdapat 651 warga Karawang yang menjalani perawatan/isolasi, baik di rumah sakit atau di hotel.

Baca juga: Kasus COVID-19 PNS meningkat, Pemkab Karawang terapkan sistem WFH

Hingga kini tiga hotel yang ditunjuk Pemkab Karawang sebagai tempat isolasi warga yang terpapar virus corona.

Untuk jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 hingga kini mencapai 3.028 orang. Terdiri atas 651 orang dirawat atau diisolasi di rumah sakit dan di hotel, lima orang menjalani isolasi mandiri di rumah, 114 orang meninggal dunia, serta 2.258 orang yang dinyatakan sembuh.*

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2020