Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan sejumlah personelnya dan bantuan logistik ke wilayah terdampak sebagai respons terjadinya letusan Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT)

"Sejumlah personel PMI telah tiba di lokasi terdampak yang langsung bergabung dengan pemerintah setempat untuk mengevakuasi warga dari desa sekitar lereng Gunung Ili Lewotolok ke tempat aman," kata Sekretaris Jendral PMI Pusat Sudirman Said melalui sambungan telepon ke Sukabumi, Senin.

Baca juga: PMI kerahkan ratusan personel terlatih ke lokasi terdampak erupsi Merapi

Menurutnya, beberapa desa di sekitar lereng Gunung Ili Lewotolok tengah diguyur hujan abu dan pasir dari letusan tersebut. Saat ini, warga yang terdampak dievakuasi ke lapangan Kantor Bupati Lama di kawasan Kota Baru, Kecamatan Lewoleba Tengah.

Personel lembaga kemanusiaan terbesar di Indonesia ini saat ini tengah melakukan assasment, evakuasi, siaga dan memonitoring informasi lebih lanjut serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata ada 3.671 jiwa yang berasal dari 17 desa di Kecamatan Ile Ape dan sembilan desa di Kecamatan Ile Ape Timur mengungsi di enam titik pengungsian.

Baca juga: PMI siagakan ratusan personel di lokasi terdampak erupsi Gunung Merapi

Selain itu, Markas PMI Pusat pun telah mengirimkan logistik berupa 10 ribu masker, 300 perangkat kebersihan, 200 terpaulin dan 50 rompi. Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan pengunjung atau pendaki telah diimbau agar tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah dan area dalam radius dua kilometer dari puncak.

Sebelumnya, Gunung Ili Lewotolok meletus pada Minggu, (29/11) pukul 09.45 WITA. Tinggi kolom abu letusan itu teramati mencapai 4 ribu meter di atas puncak atau 5.423 Mdpl.

Baca juga: PMI kerahkan mobil elektrik ke sejumlah lokasi terdampak erupsi Gunung Merapi

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan barat. Akibat kejadian itu, beberapa desa di sekitar lereng gunung diguyur hujan abu dan pasir.

Letusan itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi sekitar 10 menit, selain itu gempa vulkanik terekam dengan amplitudo maksimum 35 mm dengan durasi kurang lebih 10 menit atau 600 detik.

Pewarta: Aditia Aulia Rohman

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2020