Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menerapkan sistem work from home (WFH) bagi para pegawai negeri sipil (PNS) menyusul tingginya penyebaran kasus COVID-19 dari kalangan PNS.

"Sekarang ini sedang diterapkan WFH (di kantor Pemkab)," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia setempat Asep Aang Rahmatullah, saat dihubungi di Karawang, Jumat.

Baca juga: Ada 11 tenaga medis di Karawang dinyatakan positif COVID-19

Ia mengatakan hingga kini jumlah PNS yang terpapar virus corona mencapai 211 orang. Itu sesuai dengan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Karawang.

Rincian dari 211 PNS itu, lima orang di antaranya telah meninggal dunia dan 150 orang telah dinyatakan sembuh atau selesai isolasi. Sisanya sebanyak 57 PNS hingga kini masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Karawang.

Baca juga: Kota-Kabupaten Bekasi dan Karawang masuk zona merah COVID-19

Ia mengatakan tujuan diterapkannya WFH bagi para pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Karawang ialah untuk meminimalisasi penyebaran COVID-19. Penerapan WFH berlaku secara menyeluruh, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat pemerintah kabupaten.

Sekda Karawang Acep Jamhuri sebelumnya telah melayangkan surat terkait penerapan WFH itu, yakni surat bernomor 800/5801/KDP ASN/2020 perihal penyesuaian sistem kerja dan kegiatan bagi PNS di lingkungan Pemkab Karawang yang dilayangkan pada 5 November 2020. Penerapan WFH berlaku mulai 5 November 2020 hingga batas waktu yang akan ditentukan.

Baca juga: Pesantren di Karawang diminta lakukan sterilisasi fasilitas cegah COVID-19

Dalam surat itu disampaikan, setiap camat dan kepala organisasi perangkat daerah wajib mengatur presentase pegawai yang bekerja di rumah dan di kantor, dengan perbandingan 50 persen pegawai bekerja di kantor.

Sementara itu, sesuai dengan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Karawang, hingga Jumat ini jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di daerah itu mencapai 1.956 kasus. Terdiri atas 1.457 orang dinyatakan sembuh, 75 orang meninggal dunia dan 424 orang masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit.

Pewarta: M.Ali Khumaini

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2020