Bogor, 27/3 (ANTARA) - Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Bogor, Jawa Barat menggandeng pemerintah daerah bentuk kelompok penggerak pariwisata kelurahan.

"Pembentukan Kompepar (Kelompok penggerak pariwisata kelurahan-red) dalam waktu dekat akan dilakukan, ada 68 Kompepar yang akan kita bentuk nantinya," kata Dewan Penasihat HPI Kota Bogor Syafrudin dalam siaran pers Humas Pemkot Bogor, Senin.

Syafrudin mengatakan, pembentukan Kompepar ini sesuai jumlah kelurahan yang ada di Kota Bogor dengan harapan masing-masing kelurahan memiliki Kompepar.

Tahap awal pembentukan Kompepar tersebut lanjut dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi rencana pembentukan Kompepar ke sejumlah kelurahan yang digelar Senin pagi.

Menurut Syafrudin, rencana pembentukan Kompepar tersebut telah mendapat persetujuan dari Wali Kota Bogor Diani Budiarto.

"Pak Wali Kota telah meminta kepada kami untuk segera mensosialisikan pembentukan Kompepar kesetiap kecamatan dan kelurahan yang ada di Kota Bogor," katanya.

Syafrudin menjelaskan, pembentukan Kompepar bertujuan untuk meningkatkan peran serta pemerintah, dunia usaha, masyarakat dalam menata pelayanan dan kebutuhan pesinggahan pada satu lokasi atau daerah pariwisata di Kota Bogor.

Menurutnya, banyak terdapat potensi pariwisata di Kota Bogor yang belum tergali secara optimal.

"Dengan pembentukan Kompepar diharapkan promosi pariwisata di wilayah terinformasikan kepada masyarakat luas," ujarnya.

Sementara itu Ketua HPI Bagus Karyanegara menjelaskan, kompepar merupakan organisasi informal yang tumbuh dari bawah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Masyarakat yang terlibat adalah masyarakat yang berada dilokasi Pariwisata atau tempat-tempat yang dikunjungi wisatawan, seperti di kawasan Tajur, Katulampa dan masih banyak lainnya.

Kompepar dibentuk secara spontanitas oleh masyarakat untuk ikut serta membantu mengembangkan potensi pariwisata daerah setempat.

"Masyarakat di kelurahan yang akan membentuk Kompepar dapat mengajukan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor untuk mendapatkan persetujuan dari pemerintah daerah," jelasnya.

Menurut Bambang, pertumbuhan wisatawan di suatu daerah akan tertarik karena indahnya objek wisata, dan manariknya atraksi yang disajikan.

Terpenting dalam pengelolaan pariwisata adalah bagaimana sikap masyarakat dalam menerima kunjungan para wisatawan. Keindahan, daya tarik sarana dan prasarana yang cukup memadai akan pudar, jika masyarakat di sekitar daerah wisata kurang berperan.

"Sikap "someah hade kusemah" atau ramah menerima tamu adalah modal yang sangat besar bagi kelangsungan kehidupan pembangunan kepariwisataan di Kota Bogor," ujarnya.

Laily R

Pewarta:

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2012