Seniman Betawi Malih menyatakan tidak mengetahui penyakit yang diderita oleh Omaswati yang meninggal dunia pada Kamis malam (16/7).

"Kalau ditanya riwayat penyakitnya, saya tak tahu. Saya kan bukan dokter," kata Malih dengan nada bercanda ketika ditemui di lokasi pemakaman Omaswati di Depok, Jumat.

Ia mengatakan selama bersama-sama dengan Omas waktu syuting atau lainnya dia tidak pernah mengeluhkan sakit.

"Saya kenal dari kecil, dia tidak pernah mengeluhkan sakitnya," ujarnya.

Baca juga: Omas asal Betawi dalam kenangan

Menurut Malih, almarhum merupakan sosok yang baik dalam pergaulan dan dalam bekerja. "Sosoknya bagus rezekinya juga bagus. Jangan liat rupanya, rezeki, tidak harus wajah cakep," katanya.

Malih mengatakan hampir lebih dari lima bulan tak pernah bertemu dengan almarhumah. Jadi tak pernah tahu bagaimana kehidupannya sehari-hari.

Malih mendoakan agar almarhumah diterima di sisi-Nya, sesuai dengan amal baik perbuatannya.

Baca juga: Seniman Betawi Omas sempat dirawat sebelum wafat

Kabar duka datang dari dunia hiburan Indonesia, salah atau legenda seniman asa Betawi, Omas, meninggal dunia pada Kamis malam.

Kabar meninggalnya adik dari Mandra itu pertama kali tersebar melalui pesan berantai yang telah dikonfirmasi kebenarannya kepada salah satu pihak keluarga Omas.

"Iya benar (meninggal dunia)," kata Erni, yang merupakan keponakan dari Omas.

Baca juga: Seniman Betawi Omas meninggal dunia karena sakit

Dia mengatakan bahwa Omas meninggal dunia sekitar pukul 19.30 WIB karena sakit. Namun, dia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai sakit yang diderita Omas.

Omaswati lahir di Jakarta pada 3 Mei 1966. Semasa hidup dia dikenal sebagai seniman Betawi. Omas mengawali karier dengan bermain kesenian tradisional Lenong Betawi.

Selain itu, dia juga sering tampil di acara televisi sebagai pemeran pendukung dalam beberapa sinetron. Omas juga bermain dalam beberapa acara lawak di televisi.

Gaya lawakannya yang khas dan ceplas-ceplos menjadi salah satu ciri khas yang melekat pada Omas.*

Pewarta: Feru Lantara

Editor : M. Tohamaksun


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2020