Menteri ESDM resmikan PLTGU Grati Blok III Pasuruan

Menteri ESDM resmikan PLTGU Grati Blok III Pasuruan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan melihat langsung PLTGU Grati Blok III berkapasitas 450 MW di Desa Wates, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. (Istimewa/ Antara Jatim)

Surabaya (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan meresmikan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Grati Blok III berkapasitas 450 MW yang berlokasi di Desa Wates, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat.

Menteri ESDM Ignasius Jonan, dalam keterangan persnya yang diterima di Surabaya, mengapresiasi konsep pembuatan proyek itu, karena konsep pembangunannya murah dan diharapkan menekan harga jual.

"Terimakasih PLN telah melakukan efisiensi sesuai dengan pesan presiden dan harus tetap diterapkan, saya lihat semangat pembangunan PLTGU Grati ini sangat besar, semangat seperti ini harus disebarkan dalam pembangunan lain," kata Jonan.

Jonan juga mengapresiasi penggunaan tenaga kerja lokal yang masif di proyek PLTGU Grati, dan berpesan pengawasan ke depannya tetap dikawal dengan baik.

Proyek dengan nilai investasi sebesar Rp3,61 triliun ini menyerap sebanyak 2728 tenaga lokal dan 35 tenaga asing pada masa konstruksinya.

Plt Dirut PLN Djoko Abumanan menyampaikan program ini merupakan bagian dari program 35 ribu MW.

"Peresmian PLTGU Grati sebagai bagian dari program 35 ribu MW yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, PLTGU Grati jauh lebih hemat/dapat meningkatkan efisiensi dibandingkan PLTGU eksisting yang berumur 20 tahun, sehingga dapat menambah potensi keuntungan hingga sekitar 62 Milyar rupiah per bulan," katanya.

Sementara itu, tingkat rasio elektrifikasi di Jawa Timur saat ini adalah 98,39 persen per Mei 2019 dan ditargetkan mencapai 99,76 persen di akhir 2019, adapun pembangunan PLTGU Grati ini setara dengan melistriki 625 ribu Kepala Keluarga (KK).

PLTGU Grati berperan besar dalam menjaga lingkungan sekitar dengan sistem pembakaran Dry Low NOx Combuster di PLTGU sehingga menghasilkan emisi NOx (51 mg/m3) yang lebih kecil dibandingkan umumnya.

Proyek yang dibangun sejak Juli 2016 diresmikan dengan adanya sinergi antarinstansi terkait, dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat, maka proyek ini dapat selesai lebih cepat 6 bulan lebih awal dari standar waktu penyelesaian proyek PLTGU(36 bulan). Sedangkan daya outputnya tercapai lebih besar dari target kontrak sebesar 503 MW.

Sementara itu, acara peresmian PLTGU Grati disaksikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Rida Mulyana, Plt Direktur Utama (Dirut) PLN Djoko Abumanan, Plt Direktur Utama Indonesia Power M. Ahsin Sidqi dan Wakil Bupati Pasuruan Gus K.H Mujib Imron.

PLTGU Grati terdiri dari dua gas turbine yang memanfaatkan gas dan Compressed Natural Gas (CNG) serta satu steam turbine dengan sistem pendingin menggunakan air laut.

Dengan beroperasinya PLTGU Grati akan meningkatkan kapasitas penyediaan listrik untuk Pulau Jawa - Bali, khususnya Surabaya Selatan, Paiton dan Krian. Evakuasi daya yang dihasilkan oleh PLTGU Grati akan disalurkan melalui jaringan 500 kV masuk ke dalam Interkoneksi Jawa Bali.

Baca juga: PLN percepat tiga proyek PLTGU
Baca juga: Darmin resmikan pembangunan proyek PLTGU Jawa-1
Baca juga: PLTGU Tambak Lorok dijadwalkan beroperasi pertengahan 2020

 
Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019