Layanan psikososial korban konflik Buton masih dilanjutkan

Layanan psikososial korban konflik Buton masih dilanjutkan

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (dua dari kanan) di Jakarta, Jumat (12/7/2019) berdialog dengan tokoh masyarakat Buton Provinsi Sulawesi Tenggara terkait penanganan konflik sosial yang terjadi antardua desa di daerah tersebut pada 6 Juni 2019. (ANTARA/Desi Purnamawati)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan layanan dukungan psikosial untuk korban konflik sosial di Buton Provinsi Sulawesi Tenggara akan terus dilanjutkan karena mereka masih mengalami trauma.

"Kita akan terus menurunkan tim layanan dukungan psikososial tidak hanya untuk anak-anak tapi juga untuk anak muda supaya beralih (move on), tidak ada dendam lagi atau sisa-sisa sakit hati," kata Mensos usai dialog dengan Gubernur Sulawesi Tenggara yang didampingi Bupati Buton dan kedua perangkat desa yang berkonflik di gedung Kementerian Sosial Jakarta, Jumat.

Layanan psikososial masih dibutuhkan terutama untuk penyembuhan trauma sebab masyarakat di dua desa yang berkonflik masih mengalami trauma akibat kerusuhan yang terjadi 6 Juni 2019 di Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina.

Dalam dialog tersebut, dari laporan tokoh pemuda Desa Sampuabalo La Ode Duprin diketahui bahwa hingga saat ini masyarakat di desa tersebut masih mengalami trauma.

"Sampai hari ini kami masih cemas, roda ekonomi macet dan masyarakat masih trauma. Masyarakat kami 80 persen nelayan, tapi hingga hari ini baru 20 persen yang aktif," kata La Ode Duprin.

Karena masih cemas, ia mewakili warga Desa Sampuabalo juga berharap agar aparat TNI dan Polri masih terus mengawal dan memberikan pengamanan sampai rekonsiliasi antar dua desa betul-betul terwujud.

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita memahami apa yang dirasakan oleh warga kedua desa tersebut karena menurutnya bencana sosial tersebut bukan hanya sekadar masalah statistik seperti berapa jumlah korban maupun rumah yang rusak.

Karena itu, bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah bukan merupakan yang utama tapi lebih penting untuk memastikan bahwa ke depan konflik serupa tidak terulang lagi baik di Buton maupun daerah lainnya.

Sebelumnya, terjadi konflik pada 6 Juni 2019 di Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo Kecamatan Siotapina. Kejadian dipicu kesalahpahaman antara sekelompok Pemuda Desa Sampuabalo yang tengah melintas di Desa Gunung Jaya.

Dampak peristiwa tersebut dua orang meninggal dunia, 61 unit rumah beserta 30 unit bangunan usaha toko hangus terbakar, dan warga Desa Gunung Jaya mengungsi di tiga lokasi pengungsian.*

Baca juga: Mensos serahkan bantuan Rp2,9 miliar untuk korban konflik Buton

Baca juga: Kemensos berikan santunan ahli waris korban kerusuhan Buton
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019