Kasudin Dukcapil: Bina Kependudukan tidak hanya untuk warga pendatang

Kasudin Dukcapil: Bina Kependudukan tidak hanya untuk warga pendatang

Seorang warga memperlihatkan Kartu Keluarga (KK) yang merupakan salah satu layanan dokumen kependudukan yang disediakan Operasi Bina Kependudukan di Jakarta Utara. ANTARA/Fianda Rassat

Jakarta (ANTARA) - Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Utara, Erik Polim Sinurat mengatakan operasi Bina Kependudukan tidak hanya melayani dokumen kependudukan warga pendatang tetapi juga dokumen kependudukan warga pada umumnya.

Erik mengatakan meski fokus utama layanan Bina Kependudukan adalah mendata warga pendatang dan menerbitkan Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS), operasi yang digelar di Kantor Sekretariat RW 02 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, juga menyediakan layanan dokumen kependudukan lainya.

"Kami juga menyediakan layanan dokumen kependudukan lain seperti akta kelahiran, kartu identitas anak (KIA), kartu keluarga (KK), dan rekam data sekaligus pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-e)," kata Erik di Kantor Sekretariat RW 02 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Rabu.

Baca juga: Pemkot Jakut gelar Bina Kependudukan untuk fasilitasi warga pendatang

Dalam kesempatan itu, kegiatan Bina Kependudukan juga akan dilaksanakan di lingkungan RW 04 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan.

"Wilayah Pejagalan menjadi lokasi selanjutnya nanti kita akan datangi apartemen yang ada disana untuk melaksanakan pelayanan administrasi kependudukan," tutur Erik.

Erik juga menyebut berdasarkan data yang dihimpun oleh Sudin Dukcapil Jakarta Utara sejak 14 Juni hingga 24 Juni 2019, ada 7.400 penduduk dari luar daerah yang mulai menetap di wilayah Jakarta Utara pasca-Lebaran 2019.

Dari jumlah tersebut ada 4.347 orang yang sudah memproses surat keterangan domisili sementara (SKDS).

Baca juga: Jakarta Utara catat kedatangan 7.400 pendatang seusai Lebaran

Erik mengatakan tujuan pelayanan ini adalah mendekatkan pelayanan kependudukan kepada masyarakat untuk mengakomodasi kesibukan mereka hingga tidak perlu lagi mondar-mandir ke kelurahan.

"Inilah yang kita lakukan sesuai dengan arahan gubernur bahwa pelayanan kepada warga secara langsung adalah pelayanan yang humanis, familiar dan penuh dengan keakraban," katanya.

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019