Badan Geologi diminta kaji longsor di IAIN Ambon

Badan Geologi diminta kaji longsor di IAIN Ambon

Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kota Ambon dan berpotensi menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor (Daniel Leonard) (Daniel Leonard/)

Ambon (ANTARA) - Badan Geologi Cq Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi(PVMBG) di Bandung diminta melakukan kajiana atau survei terhadap terjadinya  longsor di kompleks Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon di Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau pada 3 Juni 2019 akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapan BPBD Maluku, John Hursepuny, dikonfirmasi, Kamis, membenarkan, Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setempat, Martha Nanlohy telah menyurati Kepala Badan Geologi Cq PVMBG di Bandung.

"Jadi Badan Geologi Cq PVMBG diminta mengirimkan timnya untuk meneliti kejadian longsor tersebut dan diinformasikan setelah perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah," ujarnya.

John mengatakan, langkah lainnya yang ditempuh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis adalah kepolisian telah memasang tanda larangan berupa garis polisi di areal pada lokasi longsor tersebut.

Rekahan- rekahan yang terbuka telah ditutup dengan terpal atau tanah liat/lempung untuk menghindari masuknya air hujan yang akan menjadi pemicu longsorSelain itu, untuk sementara jangan beraktifitas atau menghindar pada gedung yang berdampak longsor.

Dia mengutip laporan sementara tim geologi Dinas ESDM Maluku yang melakukan peninjauan pada 4 Juni 2019 tercatat bencana geologi berupa gerakan tanah atau longsor dengan jenis debris slide dan ambelsan.

Bentuk longsor berupa hiperbola atau setengah lingkaran, panjang dan lebar longsor tidak dapat diukur karena tanah masih bergerak dan terdapat garis polisi.

"Kerusakan bangunan fisik rusak berat empat unit yakni gedung audiotorium, gedung perpustakaan, gedung laboratorium matematika dan gedung genset (amblesan). Dua lainnya yang akan terkena dampak juga yaitu gedung pusat(rektorat) dan gedung dan tarbiyah," kata John.

 
Pewarta : Alex Sariwating
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019