14.550 pemudik di Pelabuhan Trisakti berlayar ke Surabaya

14.550 pemudik di Pelabuhan Trisakti berlayar ke Surabaya

Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Bambang Gunawan saat menjelaskan kepada Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani dan Forkopimda yang memantau arus mudik di Pelabuhan Trisakti. (antara/foto/firman)

Banjarmasin (ANTARA) - Posko Terpadu Angkutan Lebaran di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin mencatat hingga Senin (3/6) atau H-2 sudah ada 14.550 pemudik yang berlayar ke Surabaya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin Bambang Gunawan mengatakan, jika
melihat jumlah pemudik sementara, maka angkanya meningkat dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 12.000 penumpang keluar dari Pelabuhan Trisakti.

"Lonjakan ini sesuai prediksi kami yang terjadi peningkatan penumpang sekitar 15 persen tahun ini," terang Bambang.

Adapun faktor yang menyebabkan naiknya jumlah pemudik di jalur laut tersebut, salah satunya tiket pesawat udara yang mahal.

Kemudian ada juga sebagian masyarakat asal Pulau Jawa yang mudik ingin membawa serta kendaraannya dengan harapan lebih mudah saat bepergian di kampung halaman.

Pada H-2 sendiri, merupakan keberangkatan terakhir kapal reguler tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yaitu KM Dharma Kartika IX milik PT Dharma Lautan Utama dengan jumlah penumpang 1.500 orang dan kendaraan kecil 50 unit.
Bambang pun mengaku memberikan kebijakan khusus untuk mengulur waktu keberangkatan satu jam dari sebelumnya terjadwal pukul 15.00 WITA menjadi 16.00 WITA.

Sehingga dengan harapan bisa menunggu masyarakat yang datang terlambat ke pelabuhan agar tetap bisa terangkut.

Jika pun nantinya masih ada pemudik di H-1, maka telah disiapkan dua armada kapal dengan kapasitas masing-masing 100 orang.

"Ada Kapal Patroli Surabaya dan kapal dari Navigasi yang standby. Namun sifatnya hanya emergency pemudik yang datang ke pelabuhan di H-1 dengan jumlah cukup banyak sesuai kapasitas dari kapal yang disiapkan," jelas Bambang.

Sementara Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama Banjarmasin Anton Wahyudi mengatakan, sebelumnya pada H-3 atau Minggu (2/6), juga sudah berangkat KM Kumala dengan jumlah penumpang sekitar 1.100 jiwa dan kendaraan kecil 60 unit.

"Puncak penumpang tertinggi sendiri terjadi saat H-5 pada Jumat (31/5), dimana KM Kumala mengangkut 1.533 penumpang," tandasnya.

Baca juga: Seluruh penumpang terangkut, tiga kapal cadangan urung beroperasi
Baca juga: Arus mudik melewati Pelabuhan Trisakti sekitar 16 ribu orang
Baca juga: Pemudik kapal laut membludak, KM Kumala angkut penumpang tambahan

 
Pewarta : Firman
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019