70 tiket kereta dibatalkan di Stasiun Pasar Senen

70 tiket kereta dibatalkan di Stasiun Pasar Senen

Sejumlah penumpang mengantre di loket pembatalan tiket di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (31/5/2019). (ANTARA/Aria Cindyara)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan sekitar 70 tiket perjalanan kereta api dibatalkan oleh para penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat.

"Untuk pembatalan di hari ini saja, update terakhir ada sekitar  70 orang. Motifnya banyak," kata Eva saat dijumpai di Stasiun Pasar Senen.

Menurut dia, alasan para penumpang membatalkan tiket bermacam-macam, kebanyakan terkait perubahan aktifitas, ingin berganti moda transportasi mudik, atau ingin menyamakan tanggal keberangkatan dengan anggota keluarga yang lain.

Pantauan Antara, pada pukul 16:00 WIB, area pembatalan tiket di Stasiun Pasar Senen dipadati oleh calon penumpang.

Tiga loket pembatalan yang tersedia tampak beroperasi dan melayani penumpang yang telah mengisi formulir pendaftaran dan mengambil nomor antrean.

Salah satu calon penumpang asal Jawa Tengah, Puji (25) mengatakan hendak membatalkan tiket karena salah memilih tanggal keberangkatan.

“Harusnya beli tanggal dua Juni tetapi saya malah pilih tanggal 30 Juni,” kata Puji. Ia mengaku telah menunggu antrean pembatalan selama kurang lebih dua jam.

Pernyataan senada dikatakan oleh calon penumpang asal Madiun, Anwar (33), yang ingin menukar tanggal keberangkatan ke kampung halaman.

“Saya ingin berangkat hari ini, tetapi tiket saya untuk besok. Sudah beli yang baru sih tapi ini ingin dibatalkan, semoga bisa dikembalikan uangnya," kata Anwar.

Mekanisme pembatalan PT KAI memperbolekan penumpang membatalkan perjalanan hingga satu jam sebelum waktu keberangkatan dan pengembalian dilakukan melalui transfer perbankan dalam 30 setelah pembatalan.

Eva Chairunisa mengatakan bahwa tiket yang dibatalkan oleh para penumpang biasanya langsung dijual kembali dan banyak penumpang yang berharap bisa mendapatkan tiket dari sisa-sisa pembatalan tersebut.
 
Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019