Kemendikbud: hasil UN alat refleksi guru untuk perbaiki pengajaran

Kemendikbud: hasil UN alat refleksi guru untuk perbaiki pengajaran

Arsip Foto. Pelajar SMP saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di ruang kelas SMP Negeri 5 Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (23/4/2019). (ANTARA FOTO/OLHA MULALINDA)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno mengatakan hasil Ujian Nasional (UN) harus menjadi alat refleksi para guru untuk memperbaiki metode pengajaran di kelas.

"Hasil UN harus menjadi alat refleksi bagi guru-guru dalam mengajar, mana yang harus diperbaiki," katanya di Jakarta, Minggu.

"Jangan-jangan guru kurang memahami substansi sehingga anak-anak juga tidak menguasai materi itu," ia menambahkan.

UN merupakan sistem penilaian terhadap kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran yang sudah disampaikan dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

"Nah sekarang, jika ada siswa yang mengeluh soal UN, hal itu perlu menjadi bahan refleksi untuk mengetahui penyebab dan mencari solusinya," kata Totok.

Hasil UN juga bisa menjadi bahan evaluasi bagi Majelis Guru Mata Pelajaran (MGMP), Dinas Pendidikan, dan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan.

"Ada daerah yang materi tertentu cenderung sulit, itu kemudian yang menjadi fokus pelatihan di MGMP, mengapa materi ini cenderung susah dikuasai dan mengapa materi lainnya mudah dikuasai," kata Totok.

Baca juga:
Kemendikbud dorong pemerintah daerah bantu sediakan fasilitas UNBK
BSNP belum terima laporan pengaduan UN

 

Pewarta : Indriani
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019