Kemendikbud : UN SMP harus mengutamakan kejujuran

Kemendikbud : UN SMP harus mengutamakan kejujuran

Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti doa bersama jelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (8/4/2019). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/pras)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Poppy Dewi Puspitawati mengatakan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTS yang akan diselenggarakan mulai 22 April harus mengutamakan kejujuran.

"UN harus mengutamakan kejujuran. Kami minta siswa untuk percaya diri dan mengutamakan kejujuran," ujar Poppy di Jakarta, Jumat.

Dia berharap pelaksanaan UN berlangsung lancar dan tidak ada diwarnai kecurangan. Untuk persiapan, dilakukan seoptimal mungkin.

Sebanyak 4.279.008 siswa akan mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) Yang akan dilaksanakan mulai 22 April hingga 25 April.

Untuk sejumlah wilayah seperti Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur, UN baru akan dilaksanakan pada 23 April. UN tingkat SMP/MTS mengujikan empat mata pelajaran yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Sejumlah provinsi yang sudah menyelenggarakan UNBK secara keseluruhan atau 100 persen untuk tingkat SMP yakni DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Aceh, DI Yogyakarta, dan Bangka Belitung.

Sedangkan untuk tingkat MTS terdapat 22 provinsi yang menyelenggarakan UNBK secara keseluruhan yakni DKI Jakarta, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Aceh, DI Yogyakarta, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Lampung, Bali, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Banten, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Riau, Papua Barat, dan Sumatera Utara.

Pewarta : Indriani
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019