Basarah: PDI Perjuangan mantapkan posisi rumah besar kaum kebangsaan

Basarah: PDI Perjuangan mantapkan posisi rumah besar kaum kebangsaan

Wakil Sekjen Ahmad Basarah yang didampingi para kadernya memberikan keterangan pers usai rapat ketemu kader sebagai rangkaian Safari Kebangsaan di Kabupaten Bogor, Sabtu (9/2/2019). (ANTARA/Joko Susilo)

Cibinong (ANTARA News) - Wakil Sekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan partainya semakin memantapkan posisi ideologisnya sebagai rumah besar kaum kebangsaan.

"PDI Perjuangan inilah berkumpul seluruh kader terbaik bangsa dari berbagai macam suku yang ada di Indonesia menjadi kader PDI Perjuangan," kata Basarah saat konferensi pers usai rapat ketemu kader di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Dia juga menyebut dari berbagai macam agama, kepercayaan serta latar belakang profesi dan lain sebagainya.

"Sebagai runah besar kebangsaan itu PDI Perjuangan juga terdiri dari kader bangsa yang memiliki latar belakang tokoh-tokoh pejuang Islam, satu diantaranya adalah TB Hasanuddin, katanya.

"Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, mantan pimpinan komisi 1 fraksi PDIP Perjuangan di DPR RI, ternyata itu dulu ayahnya adalah seorang tokoh DI/TII. Masuk ke PDI Perjuangan dan TB Hasanudin bergabung di militer dan bergabung di PDIP Perjuangan, dan hingga saat ini telah menjadi seorang pejuang nasionalis, seorang Pancasilais yang berkomitmen untuk menjaga negara kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Basarah juga menyebut masih banyak dari tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang lain bergabung di PDI Perjuangan, salah satunya adalah almarhum Ustad Yusuf Supendi, yang merupakan pendiri Partai Keadilan yang merupakan cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Basarah mengungkapkan perjuangan Yusuf Supendi dilanjutkan oleh putrinya, Azmah Shoobiroh binti Ustad Yusuf Supendi, yang menjadi calon legislatif di Daerah Pemilihan Kabupaten Bogor (Dapil Jawa Barat V).

"Beliau inilah yang akan melanjutkan perjuangan ayahandanya di PDI Perjuangan yang memiliki satu komitmen untuk membangun keislaman dan kebangsaan di PDI Perjuangan, berdakwah di partai kebangsaan," katanya.

Azmah yang mendampingi Ahmad Basarah mengatakan almarhum ayahnya masuk PDI Perjuangan bukan sekedar ikut-ikutan saja karena selama dua tahun mencari informasi terkait partai yang didirikan oleh Presiden RI pertama Soekarno ini.

"Itu tujuannya untuk berdakwah di Kandang Banteng. Daripada berdakwah di Kandang Sapi, lebih baik berdakwah di Kandang Banteng daripada di Kandang Sapi daripada ujungnya di Sukamiskin," tambah Azmah.

Azmah mengungkapkan bahwa ayahnya memberikan pesan bahwa PDI Perjuangan bukan anti Islam dan komunis tidaklah benar dan ini yang harus diluruskan.

Basarah kembali mengatakan bahwa almarhum KH Yusuf Supendi sudah melakukan pendalaman dan sampai pada kesimpulan bahwa tuduhan PDI Perjuangan sebagai partai komunis, anti Islam, kafir, adalah tidak terbukti.

"Dari pedalaman yang dilakukan Ustaz Yusuf Supendi dan diamanatkan kepada putri beliau telah terbukti PDI Perjuangan adalah partai nasionalis religius," katanya.

Baca juga: Hasto bantah tudingan Megawati pakai konsultan asing saat Pilpres 2009

Baca juga: Hasto: KIK kompak menangkan Jokowi-Ma'ruf di Jawa Barat
Pewarta : Joko Susilo
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019