Transmigrasi jadi lokomotif perubahan di Sulbar

Transmigrasi jadi lokomotif perubahan di Sulbar

TRANSMIGRASI DI SULBAR Wakil gubernur Sulawesi Barat, Enny Angraeny Anwar (kiri) menyambut warga Transmigrasi saat tiba di Bandara Tampa Padang Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (21/11/2018). Sebanyak 68 orang dari 20 kepala keluarga asal Provinsi DKI, DIY, Jateng dan Jabar ditransmigrasikan ke Desa Saluandeang, Kabupaten Mamuju Tengah, karena tidak memiliki pekerjaan di daerahnya. ANTARA FOTO/Akbar Tado/hp. (ANTARA FOTO/AKBAR TADO)

Mamuju, 22/1 (ANTARA News) - Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris mengatakan, program transmigrasi dapat menjadi lokomotif perubahan di daerah itu, baik di sektor pembangunan maupun ekonomi.

"Adanya transmigrasi di daerah ini,dapat menjadi lokomotif perubahan yang dapat membawa Sulbar keluar dari ketertinggalan," kata Muhammad Idris, pada rapat koordinasi (rakor) Ketransmigrasi Sulbar yang berlangsung di Mamuju, Selasa.

Menurutnya, keberadaan transmigrasi di Sulbar, merupakan konsekuensi sebagai daerah yang baru, sehingga hal itu sangat penting demi perkembangan pembangunan.

"Makin banyak warga di Sulbar, pergerakan roda perekonomian makin cepat," ujarnya.

Sebagai daerah yang sangat berkomitmen terhadap pembangunan dan pengembangan transmigrasi, kata dia, Sulbar harus memberikan perhatian total dan memberikan kesan yang baik terhadap warga transmigran. 

Terkait pelaksanaan rakor, Muhammad Idris mengapresiasi Dinas Transmigrasi Sulbar yang menyelenggarakan kegiatan itu. 

Upaya tersebut, kata dia, sebagai wujud keseriusan terhadap pelaksanaan program transmigrasi.

Ia berharap, melalui rakor tersebut dapat terbangun kolaborasi yang tinggi, sehingga ke depan pelaksanakan program ketransmigrasian dapat berjalan dengan baik.

Sementara, Sekretaris Ditjen Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2 Trans) Chamidun Daim mengemukakan, perkembangan ketransmigrasian dari zaman dulu dan sekarang tuntutannya berbeda, sehingga kualitas penyelenggaraan transmigrasi harus lebih ditingkatkan lagi setiap tahunnya. 

"Kualitas harus kita tingkatkan dari tahun ke tahun, dimulai dari tahap perencanaan sampai pada penetapan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) dan tentunya didukung data-data yang sesuai dengan aturan yang ada," kata Chamidun.

Ia berharap dengan dilaksanakannya rakor tersebut, program transmigrasi di Sulbar dapat lebih dikembangkan lagi. 

Sedangkan Kepala Dinas Transmigrasi Sulbar Herdin Ismail menyampaikan, rakor ketransmigrasian itu sebagai wadah menampung segalasaran dan permasalahan terkait ketransmigrasian.?

Pada kesempatan itu, Herdin mengungkapkan, pada 2019 akan dicanangkan pensertifikatan lebih 1.000 persil. 

"Insya Allah atas kerja sama kepala BPN, akan dilakukan pensertifikatan lebih 1.000 lebih dengan catatan Dinas Transmigrasi kabupaten memberikan dukungan penetapan patok yang jelas terhadap lahan yang akan disertifikatkan," kata Herdin. 

Baca juga: 68 transmigran asal Jawa ditempatkan di Sulbar
Pewarta : Amirullah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019