WHO: 80 persen rakyat Yaman butuh bantuan kemanusiaan

WHO: 80 persen rakyat Yaman butuh bantuan kemanusiaan

Sejumlah wanita duduk di sebelah bantuan makanan dari Komite Internasional Palang Merah bagi pengungsi internal di kota pelabuhan Hodeidah, Laut Merah, Yaman, Sabtu (21/7/2018). (REUTERS/Abduljabbar Zeyad)

Sana`a, Yaman (Antara/Anadolu-OANA) - Lebih dari 24 juta orang di Yaman, yang dicabik perang, tetap memerlukan bantuan kemanusiaan, menuurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Yaman menghadapi krisis kemanusiaan paling buruk di dunia, situasinya bertambah buruk dari tahun ke tahun," tulis WHO di akun Twitter pada Kamis, sebagaimana dikutip Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam (17/1).

Organisasi dunia tersebut juga menyatakan bahwa sebanyak 24,4 juta orang Yaman --sebanyak 80 persen seluruh penduduk Yaman-- masih memerlukan bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.

Sejak 2015, Arab Saudi dan beberapa sekutu Arabnya telah melancarkan operasi militer yang sangat besar terhadap kelompok gerilyawan Syiah Yaman, Al-Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah negeri tersebut setahun sebelumnya.

Konflik Yaman telah menghancurkan sebagian besar prasarana dasar Yaman, termasuk sistem pengairan dan kebersihan, sehingga PBB menggambarkan situasi itu sebagai salah satu "bencana kemanusiaan paling buruk pada jaman modern".
 
Pewarta : Antara
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019