Kabupaten Purworejo-Jateng segera dipasang radar tsunami

Kabupaten Purworejo-Jateng segera dipasang radar tsunami

Alat Pendeteksi Gempa Bambang Sigit Sudaryono (45) merakit alat sirene gempa bumi dan tsunami (EWS), di Desa Wonocoyo, Panggul, Trenggalek, Jawa Timur, MInggu (23/3). EWS hasil rancangan tersebut sangat berguna bagi masyarakat pesisir Panggul Trenggalek untuk mendeteksi gempa bumi ataupun tsunami. ANTARA FOTO/Sahlan Kurniawan

Banjarnegara, Jateng (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kedeputian bidang Geofisika akan memasang radar tsunami di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. 

"Rencananya akan dipasang radar tsunami di Kabupaten Purworejo pada 2019 ini," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie, di Banjarnegara, Selasa. 

Dia menjelaskan, radar tsunami berfungsi untuk mendeteksi dan memvalidasi terjadinya gelombang tsunami. 

"Dengan demikian diharapkan akan dapat meningkatkan akurasi peringatan dini tsunami," katanya. 

Dia menambahkan, apabila radar tsunami tersebut telah dipasang di Purworejo, maka itu akan menjadi radar pertama yang di pasang di Provinsi Jawa Tengah. 

Kendati demikian, kata dia, BMKG secara bertahap akan memasang peralatan metode sistem peringatan dini (early warning system/EWS) di wilayah-wilayah yang lain di Jateng, khususnya pesisir selatan. 

"Semuanya akan dilakukan secara bertahap, menurut rencana tahun 2019 ini di Purworejo terlebih dahulu," katanya. 

Ia menambahkan,bahwa selama tahun 2018 lalu, BMKG juga telah memasang alat untuk mendeteksi gempa bumi dan juga untuk peringatan dini tsunami. 

"Untuk tahun 2018 kami telah memasang ;accelerograph' di tiga lokasi yaitu BPBD Temanggung, BPBD Banjarnegara dan Universitas Jenderal Soedirman," katanya. 

Alat tersebut, kata dia, digunakan untuk merekam anomali getaran tanah yang diakibatkan oleh gempa bumi tektonik dan juga untuk mengukur percepatan permukaan tanah. 

"BMKG juga memasang seismograf di Majalenka Bawang (Banjarnegara) dan perangkat digital video broadcast (DVB) di BPBD Purworejo serta prototipe perangkat diseminasi otomatis informasi gempabumi dan peringatan dini tsunami via frekuensi radio di BPBD Kebumen," katanya.

Baca juga: Puluhan warga Kaligesing Purworejo diungsikan akibat tanah bergerak

Baca juga: BMKG: gempa 3,5 SR di Purworejo dipicu aktivtas sesar aktif

Baca juga: Badan Geologi lakukan observasi longsor Purworejo
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019