Presiden sebut 5.000 KK sudah terima bantuan rumah

Presiden sebut 5.000 KK sudah terima bantuan rumah

Presideb Joko Widodo memberikan keterangan pers usai pertemuan dengan kepala daerah yang daerahnya terdampak bencana di Bandara Internasional Lombok, Kamis (18/10/2018). Foto ANTARA (Agus Salim)

Lombok Tengah (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menyebutkan 5.000 lebih kepala keluarga sudah mencairkan dana bantuan untuk pembangunan kembali rumah yang hancur akibat gempa bumi di wilayah NTB. 

"Tadi Bu Wagub dan Pak Gubernur NTB menyampaikan sudah mulai cair, ada 5.000 lebih, nanti akan tambah lagi," kata Presiden Jokowi kepada wartawan di Bandara Internasional Lombok,  NTB,  Kamis.

Ia menyebutkan dalam kunjungan kerjanya ke daerah itu,  akan melihat apakah pencairan dana bantuan itu masih ruwet atau tidak. 

"Sekarang saya mau melihat setelah prosedur dijadikan satu ini, dari sebelumnya 17, apakah masih ruwet atau tidak," katanya. 

Ia menyebutkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga melaporkan bahwa tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi sudah berjalan sesuai rencana.

"Rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas umum sudah dalam progres, banyak yang sudah selesai," katanya. 

Sementara itu mengenai hambatan dakam pembangunan rumah instan sederhana sehat atau RISHA, Presiden mengatakah hambatan yang muncul adalah mulai sulitnya mendapatkan material RISHA. 

"Ini persoalan lapangan, ini akan terus saya lihat, saya perintahkan untuk segera ditambah cetakan RISHA," katanya. 

Ia menyebutkan kalau perlu TNI dan Polri juga turun untuk menyiapkan komponen-komponen RISHA yang ternyata masyarakat sekarang juga sangat senang menggunakan konstruksi tahan gempa ini.

Mengenai target penyelesaian Presiden mengatakan bisa lebih cepat dari enam bulan tapi bisa juga lebih lambat. "Yang progress itu akan selalu saya ikuti, akan selalu saya pantau, akan selalu saya cek di lapangan baik yang di Nusa Tenggara Barat maupun yang di Sulawesi Tengah," katanya. 

Ketika ditanya apakah masyarakat dapat memanfaatkan dana bantuan Rp50 juta untuk keperluan selain membangun rumah,  Presiden mengatakan dana tersebut belum tentu cukup karena yang sudah selesai belum ada. 

"Itu kan sudah ditransfer ke rekening, cukup atau tidak cukup belum jelas  karena yang selesai saja belum ada. Tapi enggak apa-apa kalau memang rumahnya sudah jadi dan sisa itu sudah menjadi hak dari masyarakat tapi sekali lagi ini kan belum selesai, jangan-jangan kurang nanti," katanya.

Dalam kunjungan ke NTB,  Presiden Jokowi juga akan mengecek penyaluran bea siswa untuk pelajar dan mahasiswa dari keluarga korban bencana.

"Target penerima beasiswa ada 5.000-an, yang sudah berjalan kurang lebih 4.500, ini juga mau saya cek nanti sore," kata Presiden Jokowi. 

Baca juga: Presiden kunjungi penanganan dampak gempa di NTB
Baca juga: Presiden tugasi Agus Gumiwang tuntaskan penanganan dampak gempa Lombok


 
Pewarta : Agus Salim
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018