Pertama di TNI AD. tiga Kowad dilatih menjadi penerbang

Pertama di TNI AD. tiga Kowad dilatih menjadi penerbang

Ilutrasi - Helikopter TNI AD jenis Bell (ANTARA FOTO/Zainuddin MN)

Semarang (ANTARA News) - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat melalui Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat tengah mendidik tiga prajurit wanitanya (Korps Wanita AD/Kowad) untuk menjadi penerbang heli profesional.

Komandan Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat Kolonel Cpn Catur Puji Santoso di Pusdik Penerbad, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, mengatakan bahwa sebagai bentuk kesetaraan gender, para prajurit wanita Angkatan Darat juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri menjadi penerbang pesawat-pesawat milik TNI AD.

Ketiga perwira Kowad yang merupakan lulusan Akademi Militer Angkatan 2017 terdiri atas Letda Cpn (K) Fany Avisha, Letda Cpn (K) Tri Ramadhani, dan Letda Cpn (K) Puspita Ladiba.

"Ketiga Kowad ini tengah menjalani pendidikan dasar di Pusdik Penerbad," kata Catur.

Perekrutan tiga taruni sebagai penerbang TNI AD merupakan pertama kali dilakukan.

"Kalau wanita itu memiliki kemampuan militan dan taktisnya bagus kenapa tidak. Kita butuhkan itu. Taruni lebih teliti, lebih detail, dan lebih bersabar," katanya.

Ketiga prajurit Kowad ini merupakan lulusan Akademi Militer yang akan diarahkan untuk mengawaki helikopter Angkatan Darat untuk berbagai keperluan tugas operasioanal yang juga sama seperti pilot-pilot pria lainnya.

Ia berharap ke depan makin banyak kaum perempuan menjadi taruni dan bisa menjadi penerbang TNI AD.

Ketiga calon penerbang itu telah menjalani latihan terbang menggunakan pesawat heli latih dan masing-masing telah mengantongi 40 jam terbang.

Sebagai seorang prajurit wanita yang baru mengenal dunia penerbangan dan mengawaki pesawat Heli yang lazimnya dilakukan oleh prajurit pria, menjadikan tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri.

Letda Cpn (K) Fany Avisha mengaku rasa takut saat pertama kali mencoba menerbangkan heli mengginggapi dirinya.

"Saat pertama mencoba menerbangkan pesawat heli, rasa takut itu besar sekali. Akan tetapi, dengan panduan dan juga arahan dari para insruktur dan pelatih serta makin bertambahnya jam terbang, perasaan takut itu makin berkurang", jelasnya.

Kebanggaan sebagai calon penerbang Angkatan Darat, dirasakan oleh ketiganya yang terpilih untuk menjadi penerbang di Angkatan Darat.

"Saya sangat bangga terpilih menjadi calon penerbang Angkatan Darat, apalagi ini merupakan angkatan pertama bagi kami sebagai penerbang wanita di Angkatan Darat. Selain kebanggaan, juga sebagai tantangan agar kami dapat menjadi contoh bagi adik-adik Kowad kami nantinya," ujar Letda Cpn (K) Puspita Ladiba.
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018