BPS: rokok filter pengaruhi garis kemiskinan di Kalbar

BPS: rokok filter pengaruhi garis kemiskinan di Kalbar

ilustrasi (ANTARA /M Agung Rajasa)

Pontianak (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa komoditas makanan berupa rokok kretek filter memberi andil besar terhadap garis kemiskinan di Kalbar baik di perkotaan maupun perdesaan.

"Andil rokok filter terhadap garis kemiskinan di Kalbar di posisi kedua terbesar setelah beras. Beras memberi sumbangan sebesar 22,52 persen di perkotaan dan 29,53 persen di perdesaan. Sedangkan rokok kretek filter, di perkotaan sebesar 12,11 persen dan 9,71 persen di pedesaan," ujar Kepala BPS Kalbar Pitono di Pontioanak, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa selama periode September 2017 Maret 2018, garis kemiskinan di Kalbar naik 3,14 persen, yaitu dari Rp396.842 per kapita menjadi Rp409.287 per kapita.

"Garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin. Garis kemiskinan merupakan juga nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kalori per kapita per hari. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan," jelas dia.

Artinya, lanjut dia, berdasarkan data garis kemiskinan tersebut, warga memilih untuk membeli rokok kretek setelah beras ketimbang kebutuhan lainnya seperti makanan bergizi bagi anak.

BPS juga mengumumkan bahwa penduduk miskin di Kalbar pada Maret 2018 mencapai 387,08 ribu orang. Jika di persentasekan dari jumlah penduduk yang ada di Kalbar maka terdapat 7,77 persen orang miskin.

Angka tersebut berkurang 17 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang sebesar 388,81 ribu orang atau 7,86 persen dari jumlah penduduk.

Pitono menjelaskan, faktor- faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Kalbar pada Maret 2018 di antaranya selama periode September 2017 Maret 2018, inflasi umum relatif rendah yaitu sebesar 1,34 persen.

Kemudian nilai tukar petani turun dari 97,22 pada September 2017 dari 97,22 menjadi 96,22 pada Maret 2018. Selanjutnya tingkat pengangguran terbuka yakni Agustus 2017 sebesar 4,36 persen dan pada Februari 2018 turun menjadi?4,15 persen dan? program beras sejahtera yang diterima oleh rumah tangga.

Baca juga: Komnas PT: filter rokok mengandung darah babi
Pewarta : Dedi
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018