Pemerintah sinergi perangi hoax

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah melakukan sinergi dengan berbagai lapisan masyarakat, pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pembangunan bidang komunikasi dan informatika dalam Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) Tahun 2017.

"Tujuan utama dari SAIK 2017 adalah sebagai bentuk sinergi aksi humas pemerintah yang memiliki posisi strategis dalam sebagai garda terdepan informasi kepada masyarakat. Apalagi, informasi kepada publik sudah diatur di dalam Undang-Undang yang merupakan hak asasi bagi manusia," ujar Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti, selaku Ketua Panitia SAIK 2017 dalam keterangan persnya yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

SAIK 2017 yang diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 hingga 24 November itu mengusung tema mewujudkan Masyarakat informasi di era digital.

Niken menambakan, humas pemerintah kini menghadapi tantangan yang luar biasa di tengah banjir informasi dalam tantangan global. Lewat gelaran SAIK 2017, akan mendorong informasi mengenai program pemerintah makin massif beredar di masyarakat. SAIK 2017 juga merupakan sebagai wadah konsolidasi pemangku kepentingan untuk mewarnai dunia komunikasi.

"Sesuai dengan pesan Presiden, humas pemerintah harus responsif dalam memberikan informasi kepada masyarakat dan responsif terhadap arus informasi yang tidak pas atau tidak pada tempatnya (hoax)," tegas Niken.

Kota Palembang di Provinsi Sumatera Selatan sengaja dipilih oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai tuan rumah SAIK 2017 sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Sumatera Selatan yang tengah bersiap menyelenggarakan event akbar Asian Games 2018. Lebih dari 1.000 peserta SAIK 2017 akan memberikan dukungan pelaksanaan Asian Games 2018 di Palembang sebagai salah satu tuan rumah Asian Games 2018 bersama dengan DKI Jakarta. Dalam sesi pembukaan SAIK 2017 diwarnai juga dengan deklarasi dukungan kepada penyelenggaraan Asian Games 2017 dari seluruh Humas pemerintah dan peserta SAIK 2017.

Kegiatan SAIK 2017 sendiri bertujuan untuk menata informasi dan komunikasi nasional agar terus berkembang serta terintegrasi, tidak hanya dari elemen pemerintah tapi juga seluruh pelaku komunikasi dan informatika seperti Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra), Blogger dan Warganet (Netizen) hingga masyarakat umum.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan di tengah penetrasi internet dan peningkatan penggunaan media sosial yang begitu pesat telah menghantarkan Indonesia ke gelombang perubahan berupa konektivitas internet yang telah menjadi kebutuhan pokok manusia.

Konektivitas internet ini menurutnya memberikan dampak yang luar biasa, seperti adanya informasi bohong atau yang dikenal secara luas di publik dengan istilah hoax.

"Sebagai contoh muncul berbagai informasi bohong atau hoax, sumber dan pembuatnya tidak jelas tapi kontennya dengan cepat menyebar ke masyarakat hanya hitungan jam dan menit," kata Asman.

Untuk mengimbangi hoax yang menyebar begitu luas di kalangan masyarakat, Menteri Asman meminta Humas Pemerintah untuk mengelola informasi publik dengan profesional dan juga mengelola informasi dengan kreatif dan inovatif agar tidak kalah dengan serangan informasi di media sosial.
Pewarta : Indriani
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2017