Seniman Gresik lelang dua lukisan untuk pengungsi Semeru

Seniman Gresik lelang dua lukisan untuk pengungsi Semeru

Komang Jaya Upadana dengan latar belakang lukisan karyanya. Komang merupakan seniman Kabupaten Gresik yang juga Anggota Komisi Seni dan Budaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik. (ANTARA/HO-Aam)

Gresik, Jatim (ANTARA) - Seniman di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melelang dua lukisan karyanya untuk membantu pengungsi yang terdampak meningkatnya aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.

"Ada dua lukisan yang saya lelang, nanti hasilnya kami serahkan ke korban bencana Gunung Semeru," kata Komang Jaya Upadana, seniman tersebut saat ditemui di Gresik, Rabu.

Ia mengatakan dua lukisan bergambar masjid dan lafadz arab itu memiliki filosofi, yakni setiap penikmat seni yang melihat lulisannya, secara tidak langsung ikut berdzikir.

"Dua lukisan itu saya hibahkan untuk korban bencana Gunung Semeru," kata Pria 44 tahun yang juga anggota Komisi Seni dan Budaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik ini.

Kak Komang, panggilan akrabnya, menjelaskan rata-rata harga lukisan yang dia buat kalau dijual mencapai jutaan rupiah.

Kendati demikian, dalam dua lukisan yang dilelang dirinya mengaku siap bagi siapapun pembelinya, dan hasilnya akan diserahkan seluruhnya bagi korban di Lumajang.

"Kami ingin membuka hati penikmat seni lukisan dimana pun berada, dan bagi yang ingin membeli karya saya, silakan menghubungi kantor MUI Gresik di area kompleks Masjid Agung Gresik," katanya.

Kak Komang merupakan seniman lukis dari Kabupaten Gresik yang menempuh kariernya sebagai pelukis, dan aktif menggambar sejak 1997 dengan genre lukis sketsa wajah.

Kemudian pada Tahun 2000, alumnus Universitas Negeri Jember (UNEJ) itu mulai aktif melukis di media kanvas, serta aktif di dunia dongeng anak-anak, yang hingga kini masih dijalaninya.

"Selain aktif di MUI di bidang kesenian, saya juga masuk dalam organisasi Gresik Seni Rupa (Gasruk). Alhamdulillah masih saya tekuni," katanya.
Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021