kita prioritaskan makanan bagi para korban
Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memantau banjir dan kondisi warga di Desa Tolongio Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat.

Sebanyak 180 Kepala Keluarga (KK) atau 613 jiwa dilaporkan menjadi korban banjir bandang di desa tersebut.

“Mana fasilitas umum yang rusak dan bisa kita tangani akan kita tangani, tapi untuk sekarang di masa tanggap darurat kita prioritaskan makanan bagi para korban,” kata Rusli.

Gubernur juga meminta agar bencana banjir ini, menjadi pelajaran buat semua tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Menurutnya banyak lereng bukit yang sudah gundul akibat ditanami jagung.

“Sudah beberapa tahun lalu saya ingatkan. Jangan pernah lagi kasih bantuan benih bagi warga yang menanam di lereng dengan kemiringan di atas 15 persen. Penyebab banjir salah satunya akibat penggundulan hutan,” ungkapnya.

Baca juga: Sejumlah desa di Gorontalo Utara terendam banjir
Baca juga: Banjir melanda sejumlah desa di Gorontalo Utara

Pemprov Gorontalo melalui Dinas Pertanian juga menyiapkan penggantian benih gratis, bagi petani yang sawahnya terdampak banjir.

Setiap desa terdampak diminta memberikan usulan melalui pemerintah kabupaten.

“Untuk sawah warga yang puso akibat banjir kita ganti dengan benih gratis. Disiapkan untuk sekitar 700 hektare sawah. Jadi silahkan diusulkan melalui kabupaten ke kita,” pungkasnya.

Banjir bandang di Kecamatan Anggrek dan sekitarnya terjadi pada Kamis (4/11) sekitar pukul 19.30 Wita.

Ketinggian air bervariasi dari lutut hingga dada orang dewasa.

Saat ini warga masih membersihkan rumah dan perabot dari sisa lumpur.

Baca juga: Banjir 1 meter, akses jalan desa di Tomilito-Gorontalo Utara tertutup
Baca juga: Gorontalo Utara perlu Rp42 miliar normalisasi DAS cegah banjir
Baca juga: Banjir tutup lintas Sulawesi Gorontalo Utara-Kabupaten Gorontalo

 

Pewarta: Debby H. Mano
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2021