3 siswa COVID-19, Disdikpora Gunung Kidul hentikan PTM SMPN 2 Panggang

3 siswa COVID-19, Disdikpora Gunung Kidul hentikan PTM SMPN 2 Panggang

Ilustrasi - Bupati Gunung Kidul Sunaryanta meninjau pelaksanan pembelajaran tatap muka terbatas di SMP Negeri 1 Wonosari. ANTARA/Sutarmi

Gunung Kidul (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Panggang karena ada tiga siswa yang terkonfirmasi COVID-19.

"Memang benar ada tiga siswa positif COVID-19. Untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran COVID-19 di lingkungann sekolah, kami menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP tersebut sampai situasi kondusif," kata Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Gunung Kidul Tijan di Gunung Kidul, Kamis

Ia mengatakan kasus tersebut bermula seorang siswa mengalami gejala sakit. Setelah diperiksakan, yang bersangkutan terkonfirmasi COVID-19. Pihaknya menduga siswa tersebut tertular saat di rumah.

Baca juga: Menyiapkan anak ikuti PTM menurut pakar

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 tingkat kecamatan bersama Puskesmas Panggang langsung melakukan pelacakan kepada siswa yang memiliki kontak erat dengan siswa terkonfirmasi COVID-19. Hasil pelacakan, petugas mencatat ada dua siswa lain yang terkonfirmasi COVID-19

"Total ada tiga siswa yang positif COVID-19. Ada kemungkinan siswa tersebut tertular di rumah. Ketiga siswa tersebut saat ini menjalani isolasi," katanya.

Tijan mengatakan hingga saat ini, hanya SMP Negeri 2 Panggang yang dihentikan PTM hingga batas waktu yang belum ditentukan, sedangkan sekolah lain tetap melaksanakan PTM terbatas seperti biasa.

"Penutupan sementara hanya berlaku di sekolah yang ditemukan kasus, sedangkan sekolah lain tidak ada kasus, sehingga boleh melaksanakan PTM. Namun demikian, kami berharap gugus tugas COVID-19 di tingkat sekolah harus proaktif dalam penanganan COVID-19 bila ada siswa atau tenaga pendidik yang positif," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty mengatakan di Gunung Kidul muncul klaster pondok pesantren di Kecamatan Karangmojo, yang 17 santrinya terkonfirmasi COVID-19.

"Kami sudah meminta 17 santri COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri," katanya.

Baca juga: PTM dilakukan saat masa pandemi demi menumbuhkan karakter anak
Baca juga: Disiplin protokol kesehatan agar tak tercipta klaster baru di sekolah

Pewarta : Sutarmi
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021