Vaksinasi pelajar SD dan SMP di Kota Malang capai 95 persen

Vaksinasi pelajar SD dan SMP di Kota Malang capai 95 persen

Ilustrasi - Petugas medis menyiapkan vaksin COVID-19 Astrazeneca sebelum disuntikkan kepada karyawan hotel di Rumah Sakit Mardiwaloeja, Malang, Jawa Timur, Kamis (20/5/2021). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Pendidikan, dan Kebudayaan Kota Malang menyatakan bahwa vaksinasi dosis pertama untuk para pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah mencapai 95 persen.

Kepala Dinas Pendidikan, dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana, di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan untuk para pelajar yang belum mendapatkan vaksinasi dosis pertama, pihaknya tengah berupaya untuk melakukan percepatan.

"Vaksinasi sudah 95 persen untuk dosis pertama. Yang tersisa dari SD di Kecamatan Kedungkandang, dan beberapa SMP. Namun, saat ini juga sudah berjalan," kata Suwarjana.

Pelaksanaan vaksinasi pelajar dosis kedua, sudah dilakukan sejak 28 September 2021. Pelaksanaan vaksinasi untuk dosis kedua, harus disesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan.

Baca juga: Kawasan Bromo kembali ditutup untuk wisatawan

Baca juga: Ribuan penyandang disabilitas di Kota Malang siap divaksin


Menurutnya, untuk saat ini, pelaksanaan vaksinasi para pelajar dilakukan di Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma), dan Universitas Islam Malang (Unisma). Sementara untuk vaksinasi dosis kedua, saat ini capaian berada pada angka 10 persen.

"Untuk tahap kedua, belum banyak, belum lebih dari 10 persen. Ini dikarenakan waktu pemberian dosis kedua telah ditentukan, dan harus mengikuti jadwal," ujarnya.

Saat ini, di Kota Malang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Dinas Pendidikan, dan Kebudayaan Kota Malang, pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas berjalan lancar, dan belum ditemukan adanya kluster COVID-19.

Untuk mengantisipasi munculnya kluster di sekolah, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Malang telah melakukan tes usap antigen untuk ribuan siswa, dan guru beberapa waktu lalu.

"Tes usap secara acak sudah dilakukan sejak dua pekan lalu. Hasilnya negatif semua. Untuk guru, dan tenaga nonpengajar, wajib. Sementara untuk anak nantinya membutuhkan izin orang tua. Oleh karena itu, saat ini kita lakukan secara acak," katanya.

Secara keseluruhan, di Kota Malang ada sebanyak 15.464 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total tersebut, sebanyak 14.329 orang dilaporkan telah sembuh, 1.118 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan.*

Baca juga: Gubernur Jatim sebut sinergi dan kolaborasi kunci percepatan vaksinasi

Baca juga: Tenaga kesehatan di Kota Malang mulai terima vaksin dosis ketiga

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021