Anies: Pameran Toraja di Stasiun MRT agar dikenal dunia

Anies: Pameran Toraja di Stasiun MRT agar dikenal dunia

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah), Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar (kedua kanan), didampingi tokoh masyarakat Toraja Jabodetabek menyaksikan proses pembuatan kain tenun Toraja pada acara pameran pariwisata Toraja bertajuk "Toraja Beyond Tourism Week" di Stasiun MRT Bundaran HI Jakarta, Kamis (30/9/2021). ANTARA/Ricky Prayoga/aa.

Jakarta (ANTARA) -
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan pameran pariwisata Toraja bertajuk "Toraja Beyond Tourism Week" di Stasiun MRT Bundaran HI yang digelar pada 30 September-3 Oktober 2021 mendatang, bertujuan agar dikenal dunia.

Baca juga: Pembangunan Stasiun MRT Thamrin-Monas capai 21,3 persen
 
"Saya sampaikan terima kasih pada masyarakat Toraja di Jakarta, yang menyelenggarakan kegiatan ini, atas inisiasi Pak Panca (R Sarungu) dan anggota DPD Bu Lily (Amelia Salurapa) dengan difasilitasi MRT. Harapannya bukan saja dikenalkan pada masyarakat Jakarta tapi masyarakat internasional di sini," kata Anies usai menghadiri acara di Stasiun MRT Bundaran HI tersebut, Kamis.
 
Ke depan, kata Anies, diharapkan nantinya kegiatan semacam ini bisa memunculkan lebih banyak pameran serupa, sehingga masyarakat Jakarta dan internasional dapat mengenal hasil produk kebudayaan lokal masyarakat.
 
"Harapannya nanti lebih banyak kegiatan seperti ini, harapannya nanti hasil produk kebudayaan, mulai dari kuliner sampai karya seni yang hampir semuanya dihasilkan oleh pengusaha mikro kecil lokal di sana," ujar Anies.

Baca juga: MRT Jakarta anggarkan Rp160 miliar untuk bangun "transport hub"
 
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan kerja sama ini akan dilanjutkan dengan mempromosikan lima wisata destinasi wisata super prioritas mulai dari Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), hingga Likupang (Sulawesi Utara).
 
"Ke depan kita promosikan lima wisata destinasi super prioritas mulai Labuan Bajo, Danau Toba, dan lainnya itu semua akan jadi bagian (kegiatan), kemudian akan ada 10 destinasi wisata prioritas itu semua akan kita share di sini untuk mengenalkan pada masyarakat," tutur William.
 
Diketahui, Pemerintah Indonesia mencanangkan pengelolaan 10 destinasi wisata super prioritas, yakni Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Pulau Morotai (Maluku Utara), Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), dan Danau Toba (Sumatera Utara).

Kemudian, Wakatobi (Sulawesi Tenggara); Borobudur (Jawa Tengah), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Lesung (Banten), Bromo (Jawa Timur), dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

Baca juga: Kontribusi fase I-II MRT Jakarta pada ekonomi capai Rp17,6 triliun
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021