Pencarian dua warga tenggelam gunakan kapal milik KPLP Kota Tual

Pencarian dua warga tenggelam gunakan kapal milik KPLP Kota Tual

Seorang anggota keluarga dari korban kapal tenggelam menangis dalam pelukan petugas PMI usai menyaksikan jenazah kerabatnya yang berhasil ditemukan SAR, di dermaga Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (15/7/2021). Hingga saat ini Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 51 awak dari 12 kapal motor ikan dan 2 kapal tunda (tugboat) yang tenggelam di tiga lokasi berbeda yaitu di Perairan Muara Jungkat, Muara Kubu serta Muara Pemangkat akibat cuaca buruk pada Selasa (13/7/2021) malam dan Rabu pagi (14/7/2021). ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/foc.

Ambon (ANTARA) - Upaya pencarian tim SAR gabungan di Tual, Maluku terhadap dua warga yang tenggelam dengan speedboat dalam perjalanan menuju Desa Fadol, Kecamatan Kur Selatan sejak Jumat, (17/9) menggunakan kapal patroli milik  Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kota Tual.

"Untuk dua warga yang belum ditemukan saat ini masih dalam pencarian tim SAR gabungan, dan kapal Basarnas di Pos SAR Tual lagi mengalami kerusakan pada sistem elektronik kemudi jadi sekarang digunakan kapal milik KPLP," kata Mustari dari Basarnas di Ambon, Minggu.

Baca juga: Dua orang hilang dalam kecelakaan kapal di Batam

Menurut dia, KPLP Kota Tual yang merupakan institusi dibawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.juga memiliki tugas melaksanakan pencarian setiap ada kecelakaan kapal di laut.

Awalnya empat orang warga menggunakan sebuah speedboat berangkat dari belakang pasar Kota Tual pada Jumat, (17/9) pukul 07:00 WIT menuju Fadol, Kecamatan Kur Selatan.

Salah satu keluarga korban bernama Guntur Tetroman mengakui sebelumnya masih ada komunikasi dengan para korban, namun sekitar pukul 13:00 WIT speedboat mereka tenggelam akibat gelombang tinggi.

Baca juga: Petugas gabungan evakuasi korban kapal Pengayoman IV

Mereka diperkirakan mengalami musibah di antara sekitar perairan Pulau Toyando dan Pulau Kur.

Empat warga tersebut adalah Moksen Tatroman (Kepala Dusun Fadol), Erlan Rettob, Refan Rahantan, serta Hasan Tatroman, dan dua dari empat korban yang berhasil selamat setelah berenang sampai ke daratan adalah Moksen bersama Hasan.

"Kami melaporkan kejadian tersebut sekitar pukul 16:00 WIT ke POS SAR Tual dan Syanbandar setempat, namun kapal patroli milik Syahbandar sudah lama tidak dioperasikan akibat terkendala banah bakar minyak," jelas Guntur.

Baca juga: Speedboat tenggelam, Cawabup Banggai Laut ditemukan meninggal

Kapal milik KPLP nomor lambung KN.P 364 yang dinakhodai `Capten Abdul Ajid Tamher hingga kini masih berada di Toyando untuk terus melakaukan pencarian, namun mereka masih terkendala cuaca buruk dan pendeknya jarak pandang di tengah laut.

Tim Rescue Basarnas yang melakukan pencarian terdiri dari personel Polres Tual, Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai, anggota Brimob, Lanal Tual, Kodim 1503, Syahbandar juga Badan Sar Nasional di Pos SAR Tual.

Baca juga: Kapal-heli kolaborasi cari korban speedboat tenggelam di Banggai Laut
Pewarta : Daniel Leonard
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021