Kepala BPIP sebut Kementerian Agama sebagai mitra strategis

Kepala BPIP sebut Kementerian Agama sebagai mitra strategis

Tangkapan layar - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi dalam seminar bertajuk “Pembinaan Ideologi Pancasila Bagu Guru RA, MI, MTS, MA, Guru Agama, dan Dosen PTK di Lingkungan Kementerian Agama” yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube BPIP RI, Selasa. (14/9/2021) (ANTARA/Putu Indah Savitri/pri.)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengatakan bahwa Kementerian Agama merupakan mitra strategis BPIP dalam melakukan pembinaan ideologi Pancasila kepada masyarakat Indonesia.

“Kementerian Agama merupakan mitra strategis BPIP dalam melakukan pembinaan ideologi Pancasila karena kementerian ini memiliki jaringan yang panjang dan paling luas,” kata Yudian Wahyudi dalam seminar bertajuk “Pembinaan Ideologi Pancasila Bagu Guru RA, MI, MTS, MA, Guru Agama, dan Dosen PTK di Lingkungan Kementerian Agama” yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube BPIP RI, Selasa.

Menurut Yudian, Kementerian Agama memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam menanggulangi ekstremisme dan radikalisme agama. Hal tersebut menunjukkan peran krusial Kementerian Agama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga: BPIP: Tenaga pengajar memiliki peran strategis penguatan Pancasila

Ia berharap Menteri Agama bersedia untuk memperkuat dan memperluas kerja sama antara BPIP dengan Kementerian Agama. Perluasan tersebut bertujuan agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya bergulir di wilayah pendidikan, namun juga pada wilayah dakwah serta pengembangan kapasitas aparatur sipil negara untuk mitigasi dampak radikalisme dan ekstremisme.

“Semoga BPIP dan Kementerian Agama bisa memulai langkah kerja sama,” tutur Yudian.

Ia mengatakan sebelumnya Pancasila sempat hilang dan dipinggirkan dari pelajaran yang diberikan kepada peserta didik. Hilangnya Pancasila berimplikasi pada lahirnya gerakan intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme.

Baca juga: BPIP mendukung penyelenggaraan Kongres Santri Pancasila di Aceh Barat

“Di sinilah peran penting Kementerian Agama,” ucapnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani mengatakan bahwa Pancasila mulai terpinggirkan dari diskursus kebangsaan.

Ia berpandangan diskursus kebangsaan lebih mengedepankan wacana hak asasi manusia (HAM), kebebasan individu, dan egoisme teologis.

Baca juga: Akademisi: Tangkal ideologi transnasional lewat kajian logis Pancasila

Oleh karena itu, Ali berharap agar seluruh pihak berupaya dengan sungguh-sungguh mengembalikan diskursus Pancasila sebagai episentrum wacana kebangsaan.

“Saya ingin mengingatkan kepada seluruh pengelola lembaga pendidikan untuk menjadi barisan terdepan dalam mengawal ideologi kebangsaan Indonesia, Pancasila,” kata Ali.
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021